Suara.com - Pemerintah Ukraina memastikan produksi energi terus berjalan dengan cadangan migas sekitar meter kubik (bcm). Hanya kilang-kilang yang berada di wilayah pertempuran dengan Rusia yang saat ini ditangguhkan.
Perdana Menteri Ukraina Denys Shmygal pada Sabtu (13/3/2022) lalu menjelaskan, impor juga terus dilakukan dari Hongaria, Slovakia, dan Polandia.
Sebelum invasi Rusia, Ukraina mengonsumsi sekitar 30 bcm gas per tahun, memproduksi 20 bcm dan mengimpor sisanya dari Eropa.
Ukraina pernah mengimpor gas dari Rusia tetapi kemudian beralih ke Eropa pada November 2015 setelah Rusia mencaplok semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014 dan pecahnya perang di Ukraina timur.
Secara terpisah, Shmygal mengatakan 50,8 miliar hryvnia (sekitar Rp24,9 triliun) telah dialokasikan ke dana cadangan anggaran dari program-program yang tidak dapat dilaksanakan selama perang.
“Keputusan (alokasi) itu mencukupi kebutuhan operasional sektor keamanan dan pertahanan,” katanya.
Berita Terkait
-
Rusia Balas Meta, Instagram Bakal Diblokir 14 Maret Besok
-
Ukraina Tuduh Rusia Serang Masjid Tempat Pengungsi di Mariupol, Diduga Hoax
-
Naftali Bennett Temui Putin, Bisakah Israel Menjadi Mediator Efektif Konflik Rusia-Ukraina?
-
Kronologi Lengkap dan Daftar 9 Korban Kebocoran Gas PLTP Geo Dipa
-
Prajurit Ukraina Sulap Garasi Bawah Tanah Jadi Tempat Latihan Militer
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Harga Emas Stabil di Pegadaian, Bertahan Kisaran 3 Jutaan pada 1 Maret 2026
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan