Suara.com - Harga emas dunia turun pada perdagangan akhir pekan lalu sekaligus menorehkan pelemahan secara mingguan.
Tekanan harga pada emas terjadi setelah kuatnya data lapangan pekerjaan di Amerika Serikat (AS) pada periode Maret dan mendorong kenaikan USD serta memperkuat spekulasi the Fed akan secara agresif menaikkan suku bunga.
Mengutip CNBC, Senin (4/4/2022) harga emas di pasar spot turun turun 0,7 persen menjadi USD1.922,90 per ons. Emas berjangka AS turun 1,4 persen ke harga USD1.927,2 per ons.
Sedangkan harga emas batangan membukukan penurunan harga secara mingguan 1,4 persen di akhir pekan ini.
Data pekerjaan AS menunjukkan tingkat pengangguran turun ke level terendah baru dalam dua tahun terakhir di level 3,6 persen dan upah kembali meningkat, memposisikan The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin di bulan Mei.
Data tersebut mendorong kenaikan benchmark imbal hasil US Treasury AS 10-tahun dan dolar, membuat emas kurang menarik bagi pembeli luar negeri.
"Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga mendorong harga emas lebih rendah," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.
Dia menambahkan kondisi itu akan diterjemahkan ke dalam biaya peluang yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
"Namun, kebijakan (The Fed) masih panjang untuk menjadi netral dan emas akan terus cukup kuat." Katanya.
Baca Juga: Buktikan Miliki Suara Emas, Renjun NCT Rilis Cover Lagu Milik Lee Sun Hee
Sementara itu, negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina akan dilanjutkan meskipun Ukraina bersiap untuk serangan lebih lanjut.
"Sementara krisis geopolitik tidak berlangsung selamanya, kami memperkirakan dampak sekunder dari krisis Rusia-Ukraina untuk memberikan dukungan yang kuat untuk harga emas tahun ini," kata ANZ dalam sebuah catatan.
Harga logam berharga lainnya, Platinum turun 0,5 persen menjadi USD991,2 per ons. Sementara paladium naik 0,5 persen menjadi USD2.267,50. Di tempat lain, perak turun 1,5 persen menjadi USD24,75 per ounce.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat
-
Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan
-
Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas
-
Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK
-
Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen
-
Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
-
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg