Suara.com - Sebuah video viral menampilkan adanya kerumunan para pencari kerja di Lion Operation Center, Neglasari, Tangerang. Dalam video tersebut, para pencari kerja berkerumun hingga ke jalan raya.
Manajemen Lion Air pun buka suara menanggapi adanya kerumunan tersebut. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, pelaksanaan proses seleksi awal calon karyawan untuk beberapa posisi dilakukan menurut standar penerimaan dan berpedoman pada protokol kesehatan.
Kata dia, Lion Air Group menggunakan metode seleksi bertahap walk in interview yaitu sesi wawancara dan sapa informal yang diatur oleh Lion Air Group guna merekrut sekelompok kandidat dalam waktu singkat dengan kuota terbatas.
"Setiap proses menurut jumlah pelamar (kandidat) yang mendaftar, yaitu 100 – 200 orang. Ketentuan ini sebagai bagian dalam mengedepankan faktor kesehatan, kualifikasi fisik, persyaratan administrasi, kenyamanan dan keamanan," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (17/4/2022).
Danang mengungkapkan, jumlah yang datang untuk melamar melalui proses walk in interview melebihi kapasitas yang berkisar 1.500 orang. Maka dari itu, Lion Air Group memutuskan tahap awal dilakukan proses seleksi administrasi.
Seluruh berkas calon pelamar yang datang langsung sudah diterima oleh tim rekrutmen Lion Air Group.
"Setelah mendapatkan penjelasan mengenai tahapan seleksi, semua pelamar kerja dipersilakan untuk meninggalkan lokasi," imbuh dia.
Danang menambahkan, Lion Air Group saat ini masih menjalankan seleksi administrasi, sebagai salah satu proses penting untuk menentukan kelayakan pelamar. Pengumuman hasil seleksi ini akan disampaikan kepada calon pelamar yang memenuhi kriteria.
"Pengumuman lowongan kerja dan penerimaan calon karyawan dilakukan secara bertahap oleh Lion Air Group seiring mendukung proses pemulihan bisnis penerbangan (recover stronger)," imbuh dia.
Baca Juga: Viral Penumpang Komplain Tunggu Bagasi Berjam-jam di Bandara Soetta, Ini Kata Lion Air
Berita Terkait
-
Lewat Kerumunan Pria di Jalan, Emak-emak Pemotor Mendadak Ramai Disoraki, Publik Kecam: Enggak Sopan!
-
Disentil Susi Pudjiastuti Soal Gelar Bukber, Ini Jawaban Ridwan Kamil
-
Sarankan Ada Pengaturan Soal Ngabuburit, Epidemiolog: Orang Banyak yang Jalan Berkerumun
-
Jakarta Buka Kembali PTM 100 Persen, KPAI: Orang Tua Jangan Telat Jemput Anak, Agar Tak Terjadi Kerumunan
-
Viral Penumpang Komplain Tunggu Bagasi Berjam-jam di Bandara Soetta, Ini Kata Lion Air
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan
-
Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?
-
2 Kategori Penjual Shopee yang Bakal Kena Pajak 0,5% Mulai Agustus 2026
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
-
Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung
-
Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan
-
Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat
-
Harga Cabai Kompak Turun, Beras Premium Tetap Naik, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini
-
Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?