Suara.com - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu, karena dolar dan imbal hasil US Treasury tergelincir setelah Chairman Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, menyusul kenaikan suku bunga yang diperkirakan pasar, menandai risiko terhadap ekonomi dari melonjaknya inflasi.
Mengutip CNBC, Kamis (4/5/2022) harga emas di pasar spot meningkat 0,8 persen menjadi USD1.883,41 per ounce, memperpanjang penguatan yang dibuat segera setelah pengumuman kenaikan suku bunga, melonjak sebanyaknya 1,2 persen.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,1 persen menjadi USD1.868,8 per ounce.
Indeks Dolar (Indeks DXY) jatuh ke sesi terendahnya setelah Powell mengatakan inflasi terlalu tinggi, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil US Treasury 10-tahun juga bergerak lebih rendah.
"Pasar memperkirakan pertemuan FOMC Mei memiliki kemiringan hawkish tetapi pasar emas memandang kenaikan 50bps yang diantisipasi secara luas sebagai relatif dovish terhadap ketakutan hawkish," kata Suki Cooper, analis Standard Chartered.
"Kami mempertahankan pandangan bahwa emas akan kembali mengambil isyarat dari imbal hasil riil saat tahun dibuka menekan harga lebih rendah pada semester kedua, tetapi kekhawatiran seputar inflasi, risiko geopolitik, dan pertumbuhan yang lebih lambat membuat harga emas rentan terhadap risiko upside dalam jangka pendek." Tambahnya.
Dalam keputusan kebijakan yang dirilis sebelum pidato Powell, The Fed menaikkan suku bunga acuan setengah poin persentase, lompatan terbesar dalam 22 tahun, dan mengatakan akan mulai memangkas kepemilikan obligasi bulan depan sebagai langkah lebih lanjut dalam pertempuran untuk menurunkan inflasi.
Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga AS dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah mengurangi opportunity cost memegang logam kuning dengan imbal hasil nol.
Di tempat lainnya, perak melesat 1,2 persen menjadi USD22,82 per ounce, platinum melambung 3 persen menjadi USD990,76 dan paladium stabil di USD2,255,31.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendahnya, Dolar AS Jadi Biang Keroknya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada