Suara.com - Instagram akan segera merilis fitur NFT yang memungkinkan seniman ataupun kreator NFT bisa memamerkan token mereka itu di Instagram. Kabar ini dikonfirmasi CEO Meta Mark Zuckerberg dan menyebut fitur itu juga akan hadir di Facebook.
Melansir dari The Verge pada Selasa (10/5/2022), Kepala Instagram Adam Mosseri melalui akun Twitter-nya menyebut, uji coba fitur "NFT" akan mulai berlaku pada hari ini di AS untuk kreator atau seniman NFT yang terpilih.
Nantinya NFT hasil sang kreator bisa ditampilkan di unggahan utama dan juga menceritakan latar belakang pembuatan karya tersebut.
Detail NFT akan ditampilkan dengan cara yang mirip dengan profil dan produk yang ditandai dan diberi nama "koleksi digital".
Fitur ini memungkinkan pengguna bisa mendapatkan informasi terkait kreator dan karya saat klik tag. Mosseri mengatakan uji coba pada kelompok kecil itu dilakukan agar Instagram dapat belajar dari komunitas.
Hal itu juga untuk mengantisipasi ketidakpercayaan terhadap platform jejaring sosial utama yang tiba- tiba menghadirkan NFT.
“Saya ingin mengakui bahwa NFT dan teknologi blockchain Web3 secara lebih luas adalah tentang mendistribusikan kepercayaan, mendistribusikan kekuatan,” kata Mosseri.
“Tapi Instagram pada dasarnya adalah platform terpusat, jadi ada ketegangan di sana," ujarnya lagi.
Secara terpisah, Juru Bicara Meta Christine Pai mengatakan, pada tahap awal, NFT Instagram akan memanfaatkan blockchain Ethereum dan Polygon.
Baca Juga: ASN Ini Gunakan Filter Nangis saat Salaman Lebaran, Warganet: Filternya Kocak
Namun tidak menutup kemungkinan ada blockchain lain yang akan bergabung termasuk Solana dan Flow.
Mosseri menekankan bahwa dukungan untuk NFT di Instagram dapat membantu memperkenalkan teknologi tersebut ke lebih banyak orang.
Sebetulnya ketertarikan raksasa media sosial terjun ke industri NFT tidak hanya dialami oleh Meta tapi juga sebelumnya sudah dilakukan oleh Twitter.
Twitter memperkenalkan NFT pada platform tersebut sebagai gambar profil berbentuk segi enam. Ikon di sudut postingan Instagram dari NFT juga nantinya akan muncul sebagai segi enam.
Berita Terkait
-
Awkarin Ribut dengan PISB hingga Ungkit Almarhum Oka Mahendra, Netizen: Nuduh Orang sebagai Pembunuh Lo Anggap Becandaan
-
Instagram Uji Coba Fitur Pamer Koleksi NFT, Minggu Ini
-
Bocah Ini Berniat Potong Rambut Mirip Fadly Faisal, Hasilnya Malah Bikin Ngakak
-
Heboh, Peristiwa Janggal Terjadi Saat Warga Lebak Nonton Film KKN di Desa Penari, Layar Bioskop Mendadak Mati
-
ASN Ini Gunakan Filter Nangis saat Salaman Lebaran, Warganet: Filternya Kocak
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan
-
Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
-
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang
-
Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang
-
Elnusa Perkuat Transformasi Sebagai Low-Cost Operator, Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25%
-
Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih
-
IHSG Babak Belur Terkoreksi 14%, Asing 'Kabur' Rp 23,34 Triliun dari Pasar Saham
-
BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting
-
94.294 Nomor Kontak Diblokir, Dana Penipuan Hampir Rp600 Miliar