- Indo Premier Sekuritas meluncurkan pembaruan UI/UX berbasis AI Real Time di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.
- Teknologi ini membantu investor muda mengambil keputusan lebih cepat dan efisien di tengah pasar saham yang fluktuatif.
- Sistem dilengkapi fitur kustomisasi tampilan serta proteksi otomatis untuk meminimalisir keputusan emosional investor saat melakukan transaksi saham.
Suara.com - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara generasi muda Indonesia berinvestasi dan trading saham.
Perubahan itu terlihat dari semakin banyaknya platform investasi yang menghadirkan fitur berbasis AI Real Time untuk membantu investor mengambil keputusan lebih cepat di tengah pasar yang bergerak fluktuatif.
Salah satunya dilakukan Indo Premier Sekuritas yang meluncurkan pembaruan UI/UX dinamis berbasis AI Real Time untuk investor Gen Z. Transformasi ini diklaim tidak sekadar mempercantik tampilan aplikasi, tetapi juga mengubah cara investor berinteraksi dengan pasar saham secara lebih personal, modern, dan responsif.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengatakan kondisi pasar yang semakin volatil membuat investor membutuhkan sistem trading yang mampu bergerak secepat pasar.
"Ketika market berubah dalam hitungan detik, UI statis dan indikator terlambat hanya menghasilkan satu hal: keputusan yang lambat, reaksi yang tertinggal, dan proteksi trading yang lemah," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut Moloenoto, investor muda saat ini cenderung lebih menyukai aplikasi yang cepat, visual, fleksibel, dan mudah dipersonalisasi dibanding platform trading konvensional yang dinilai terlalu kaku.
"Gen Z terbiasa dengan aplikasi yang cepat, personal, visual, dan responsif. Mereka tidak mau aplikasi trading yang penuh tabel kaku dengan menu tersembunyi," imbuhnya.
Melalui pembaruan tersebut, IPOT menghadirkan konsep trading cockpit berbasis AI Real Time yang memungkinkan investor menyesuaikan tampilan aplikasi sesuai kebutuhan investasi masing-masing.
Fitur seperti My Workspace dan My Dock memungkinkan pengguna memilih mode aplikasi mulai dari Simple Investor, Active Trader, hingga Expert Execution. Selain itu, terdapat juga Trade Desk+ yang menjadi pusat eksekusi terpadu untuk memantau pergerakan saham secara lebih efisien.
Baca Juga: Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%
Tak hanya fokus pada kecepatan transaksi, aplikasi ini juga menghadirkan fitur proteksi otomatis melalui sistem ROBO yang dirancang untuk membantu investor mengurangi keputusan emosional saat pasar bergerak ekstrem.
Sistem tersebut memungkinkan investor mengatur strategi otomatis seperti Breakout Buy, Stop Loss, Trailing Stop, hingga Take Profit.
"Pembaruan UI/UX IPOT mengubah fungsi pajangan data menjadi rantai keputusan terintegrasi yang saling terhubung. Setiap tombol dirancang hidup untuk mengeksekusi perintah riil yang terhubung langsung dengan kecerdasan AI Real Time. Kombinasi antara visualisasi data yang ramah Gen Z dan sistem proteksi otomatis membuat IPOT unggul sebagai platform workspace investasi modern," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya
-
Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan
-
Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi
-
Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh
-
Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan
-
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri
-
IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM