- SiCepat Ekspres memproyeksikan industri logistik nasional mampu mencapai pertumbuhan dua digit di tengah tantangan ekonomi global tahun ini.
- Ekonomi digital yang konsisten tumbuh tinggi menjadi faktor utama pendorong ekspansi industri logistik melalui sektor perdagangan elektronik.
- Perusahaan logistik terus melakukan inovasi operasional dan efisiensi moda transportasi untuk menjaga permintaan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Suara.com - Industri logistik nasional diperkirakan masih akan melanjutkan tren pertumbuhan positif sepanjang tahun ini. Di tengah tantangan kenaikan biaya energi hingga ketidakpastian geopolitik global, SiCepat Ekspres tetap optimistis sektor logistik masih mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit.
Commercial and External Affairs Director SiCepat Ekspres Imam Sedayu Pusponegoro mengatakan kinerja industri logistik pada kuartal pertama menunjukkan perkembangan yang cukup baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Jadi kuartal pertama kita bisa bilang cukup bagus. Cukup bagus compare to kuartal pertama tahun 2023, tumbuh gitu ya. Artinya kita melihat bahwa tren ini masih terus berlangsung," kata Imam dalam program Executive Talk Suara.com, Rabu (20/5/2026).
Ia mengungkapkan proyeksi pertumbuhan logistik nasional tahun ini yang berada di kisaran 9,3 persen masih berpeluang meningkat, terutama bagi perusahaan yang fokus pada sektor ekonomi digital.
Menurut Imam, pertumbuhan ekonomi digital yang secara konsisten berada di level tinggi menjadi faktor penting yang menopang industri logistik.
"Kalau bicara teman-teman logistik yang fokus di ekonomi digital, kita masih optimis bahwa bisa tumbuh di atas 10 persen, double digit," ujarnya.
Imam menjelaskan pertumbuhan ekonomi digital dalam beberapa tahun terakhir berada di kisaran 15-20 persen. Tren tersebut dinilai masih akan memberikan ruang ekspansi bagi industri logistik, terutama yang berkaitan dengan e-commerce, marketplace, dan social commerce.
"Karena kita lihat memang ekonomi digital ini dari tahun ke tahun pertumbuhannya bisa sekitar 15 sampai dengan 20 persen," katanya.
Meski demikian, Imam mengakui sejumlah tantangan masih membayangi industri logistik, mulai dari gejolak geopolitik global hingga pelemahan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Harga BBM Naik, SiCepat Pilih Tahan Ongkir Ketimbang Bebani Konsumen
Namun dia menilai kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui berbagai inovasi operasional, salah satunya dengan mencari moda transportasi yang lebih efisien.
"Again, itu kembali lagi bagaimana pelaku logistik ini bisa berinovasi. Kalau kita bisa merespons geopolitik tadi dengan membangun resiliency energi, kemudian ada perubahan moda dari air freight ke sea freight, biaya pengiriman yang lebih murah akan men-trigger demand," ucap Imam.
Dia menilai ongkos logistik yang lebih terjangkau berpotensi mendorong kembali aktivitas belanja masyarakat sehingga permintaan dapat kembali tumbuh.
"Kalau bicara apakah optimis? Selama kita bisa mengupayakan inovasi, kita cukup optimis," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya
-
Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%
-
Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya