Suara.com - BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID kembali membuka rekrutmen pegawai tetap melalui program akselerasi manajemen XPLORER tahap kedua dengan periode pendaftaran mulai 30 Mei hingga 24 Juni 2022.
Disampaikan oleh Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan, program ini adalah salah satu komitmen holding dalam pengembangan sumber daya manusia.
"XPLORER adalah program akselerasi manajemen, di mana peserta akan dibimbing dan dibekali pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan pengetahuan, kapabilitas, dan skill yang dibutuhkan agar mampu mengelola komoditas industri pertambangan strategis Indonesia secara berkelanjutan di masa yang akan datang," kata Dany di Jakarta, Senin (30/5/2022).
Para pendaftar terpilih dalam program XPLORER akan menjalani dua tahun masa pengembangan dan melaksanakan empat rotasi kerja dalam lingkup grup MIND ID, yakni Antam, Bukit Asam, Freeport Indonesia, Inalum, Timah, dan MIND ID Trading.
Selain itu, mereka juga dapat memilih dua preferensi stream antara operasi, bisnis, keuangan, rantai pasok, dan layanan perusahaan.
Pada 2021, MIND ID mencatat ada sekitar 60 ribu pendaftar dengan hanya 25 talenta terbaik yang berhasil menjadi XPLORERs.
Dengan XPLORER, peserta dapat mengakselerasi karir dengan terus meningkatkan kapabilitas dan keahlian untuk mencapai posisi strategis, menjadi pemimpin muda yang dapat diandalkan; serta membangun bangsa dengan berkontribusi secara aktif dan positif dalam mengeksplorasi sumber daya alam untuk peradaban.
Ada lima tahapan seleksi yang akan dilaksanakan selama tiga bulan, yakni pendaftaran daring dan situational judgment questions; tes kognitif dan kepribadian secara daring; presentasi dan wawancara studi kasus; pemeriksaan kesehatan; dan wawancara akhir dengan direksi grup MIND ID.
Usai menjalankan empat rotasi pekerjaan dan dinyatakan lulus dari program XPLORER, peserta akan menjadi pegawai tetap grup MIND ID.
Baca Juga: HRD Cek Credit Scoring Saat Proses Rekrutmen, Benarkah Sebuah Bentuk Diskriminasi?
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program XPLORER, calon peserta dapat mengunjungi www.xplorer.mind.id dan akun Instagram resmi MIND ID @miningindustry.id atau klik di sini untuk mendaftar.
Berita Terkait
-
Dapat Komentar Candaan saat Cari Info Loker di Facebook, Netizen Ini Ungkap Sakit Hati
-
Singapore Airlines Butuh 2000 Awak Kabin Baru, Berminat Melamar?
-
Cara Cek Hasil Pengumuman TKD dan Core Values BUMN serta Jadwal Lengkapnya
-
Tidak Lolos Rekrutmen BUMN? Tenang, Bakal Ada Lowongan Kerja Baru Lagi!
-
HRD Cek Credit Scoring Saat Proses Rekrutmen, Benarkah Sebuah Bentuk Diskriminasi?
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Lalamove Tebar BHR dan Jaminan Sosial buat Mitra Driver
-
Deal Prabowo-Trump! RI Tak Bisa Pajaki Google, Netflix Hingga Meta
-
Modal Rp300 Ribu, Wanita Ini Sukses Bangun Pilar Ekonomi Keluarga
-
Trump 'Ngamuk' Lagi! Tarif Global 10% Menanti, RI Mulai Pasang Kuda-kuda
-
Prabowo Deal! Produk AS Tak Perlu Sertifikasi Halal Masuk ke RI
-
Simalakama Tarif Trump, Apa Kabar Indonesia?
-
Harga Bitcoin Tertekan Pekan Ini, Analis Ungkap Alasannya
-
Frekuensi Transaksi Harian BEI Pecah Rekor Pekan Ini
-
OJK Siapkan Tanda Khusus Bagi Emiten Tak Penuhi Free Float, Paksa Transparansi atau Delisting?
-
Seskab Teddy Ngambek ke Menteri Rosan Gegara Cuma Jadi 'Pajangan' saat Konpres Perjanjian Dagang