Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sependapat bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani saat menyampaikan Tanggapan Pemerintah atas Pandangan Fraksi-Fraksi DPR terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2023 dalam Sidang Paripurna DPR RI pada Selasa (31/5/2022).
“Dari sisi domestik, kami memandang bahwa prospek pemulihan ekonomi nasional terus menguat. Berkaca pada efek periode terjadinya commodity boom pada tahun 2011 dan tahun 2012, investasi akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi terutama dengan memanfaatkan harga komoditas yang tinggi serta akselerasi transformasi ekonomi,” ungkap Sri Mulyani.
Dari investasi publik, dia mengatakan keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional serta pengembangan IKN Nusantara akan mendorong pertumbuhan investasi sekaligus menciptakan stimulasi aktivitas investor sektor swasta di masa depan.
Membaiknya fungsi intermediasi di sektor keuangan yang ditandai dengan peningkatan pertumbuhan kredit perbankan juga akan mendorong aktivitas investasi.
Di sisi lain, dorongan dan konsumsi masyarakat juga akan semakin menguat seiring dengan perbaikan tingkat kesejahteraan. Pola konsumsi masyarakat juga akan mulai normal.
Jenis konsumsi yang sempat tertekan pada masa pandemi, seperti konsumsi pakaian, sepatu, maupun terkait leisure, seperti pariwisata dan kunjungan ke pusat-pusat rekreasi, mulai pulih dan diperkirakan terus meningkat pada tahun ini dan tahun depan.
Sementara itu, akselerasi transformasi ekonomi diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dan inklusif pada kinerja pertumbuhan Indonesia.
Sri Mulyani mengatakan, hal ini ditempuh dengan terus mendorong implementasi agenda reformasi struktural, yaitu peningkatan kualitas SDM, percepatan pembangunan infrastruktur, serta perbaikan regulasi dan birokrasi.
Baca Juga: Tahun 2023 Ekonomi Dipatok Bisa Tumbuh 5,3 Persen
“Upaya penguatan hilirisasi dan revitalisasi industri akan mendorong peningkatan kinerja sektor manufaktur, sementara pengembangan ekonomi digital akan memacu kinerja sektor jasa modern, khususnya sektor perdagangan serta informasi komunikasi,” katanya.
Mempertimbangkan potensi ekonomi domestik yang masih tinggi dan langkah-langkah antisipatif Pemerintah serta potensi risiko ketidakpastian global yang relatif tinggi, Menkeu menegaskan bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2023 yang diperkirakan akan tumbuh pada rentang 5,3 hingga 5,9 persen dinilai masih cukup realistis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur