- IHSG rawan melemah di level 7.000–7.290 akibat tensi geopolitik Timur Tengah.
- Harga minyak dunia tembus USD103/barel, angkat prospek saham sektor energi.
- Investor cenderung wait and see karena pekan perdagangan pendek jelang libur.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (16/3/2026).
Sentimen negatif dari ketidakpastian global dan memanasnya tensi di Timur Tengah menjadi beban utama bagi indeks domestik.
Vice President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus, memproyeksikan IHSG bakal bergerak pada rentang support 7.000 dan resistance 7.290. Secara teknikal, indikator pasar mulai memberikan sinyal kewaspadaan bagi para pemodal.
“Indikator RSI telah masuk ke area oversold, sejalan dengan MACD yang menunjukkan tren pelemahan,” ujar Oktavianus kepada Suara.com, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, ada tiga faktor utama yang menyetir pasar pekan ini:
- Ketegangan Global: Perseteruan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang belum menemui titik temu. Penutupan jalur strategis di Selat Hormuz mengancam pasokan energi dunia dan memicu kekhawatiran inflasi global.
- Lonjakan Komoditas: Harga minyak Brent yang menembus USD103 per barel dan batu bara di atas USD137 per ton memberikan katalis bagi saham sektor energi.
- Libur Panjang: Sikap wait and see investor menjelang libur bursa selama lima hari dalam rangka Hari Raya Nyepi dan menyambut Idulfitri.
Senada, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG rawan terkoreksi di rentang support 7.071 dan resistance 7.248. "Perdagangan pekan ini cukup pendek, investor kemungkinan lebih berhati-hati mencermati konflik Timur Tengah dan agenda libur panjang," katanya.
Di tengah potensi koreksi, beberapa saham berbasis energi dan komoditas patut dicermati:
- ADMR (Adaro Minerals): Speculative buy di area 1.825 (Kiwoom) atau pantau kisaran 2.030–2.130 (MNC).
- MEDC (Medco Energi): Support 1.630, resistance 1.920.
- DSNG & TAPG: Menjadi pilihan MNC Sekuritas untuk dicermati selama perdagangan singkat pekan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah