Suara.com - Dinamika Utama Jaya Group, sebuah perusahaan di bidang Investasi terkemuka nasional, melalui anak usahanya Dinamika Utama Pangan (DUP) akan melakukan penandatangan perjanjian kerja sama dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mengenai distribusi produk konsumsi dan pangan.
Penandatangan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama PT Dinamika Utama Pangan - Mohammad Subhan dan Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) – Nina Sulistyowati, serta disaksikan oleh Managing Direktur PT Dinamika Utama Jaya Group – Zaenal Aziz. Kesepakatan kerja sama ini berlangsung di sela sela acara ulang tahun PPI, di Jakarta.
"Kami, PT Dinamika Utama Pangan, memiliki komitmen kuat dalam memenuhi kebutuhan produk - produk komoditi, perdagangan ikan hasil tangkapan, dan berbagai bahan konsumsi khususnya untuk Wilayah Timur Indonesia. Merupakan sebuah langkah strategis perusahaan dengan dilakukannya kerjasama penyediaan produk-produk komoditi, perdagangan hasil laut dan berbagai barang konsumsi dengan PT PPI Persero, dimana PPI memiliki sumber daya yang optimal di bisnis trading dan logistik," kata Mohammad Subhan, Direktur DUP.
Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati menambahkan bahwa pada tahap awal, produk-produk tersebut sudah tersedia di cabang-cabang PPI di seluruh Jawa, serta di market general trade dan e-commerce. Selain itu ia juga mengatakan tentang kolaborasi yang optimal untuk pemasaran produk.
“Kami juga akan berkolaborasi dengan modern market dalam pendistribusian di outlet seluruh Indonesia dan mendatangkan traffic customer dari kalangan karyawan BUMN holding pangan se-Indonesia,” Ungkap Nina Sulistyowati.
CEO Dinamika Utama Jaya Group – Zaenal Aziz, menambahkan , kerja sama yang penting antara DUP dengan PPI ini diharapkan mampu meningkatkan stabilitas pangan, dengan terus menjaga kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan masyarakat di Indonesia.
"Ini bagian dari langkah strategis DUP untuk mendukung ketahanan pangan nasional”, ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?