Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI senantiasa hadir memenuhi kebutuhan layanan perbankan nasabah, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dalam memenuhi kebutuhan layanan remitansi, BRI memiliki layanan BRIFast Remittance yang dapat menjadi solusi pengiriman uang ke 8.993 branch offices BRI di seluruh Indonesia.
Senior Executive Vice President Treasury & Global Services BRI, Achmad Royadi mengatakan jaringan BRI yang luas di seluruh Indonesia semakin mempermudah layanan pengiriman uang bagi PMI. Lebih lanjut, dirinya mengatakan BRI telah menggandeng 100 perusahaan global yang memiliki lisensi Money Transfer Operator (MTO) sebagai mitra resmi BRI yang menggunakan layanan BRIFast Remittance.
BRIFast Remittance dapat memfasilitasi counterpart BRI melalui beberapa opsi pengiriman uang untuk para customer, khususnya para PMI. PMI bisa memilih beberapa jenis mekanisme pengiriman, antara lain mengirimkan uang langsung ke rekening bank, serta mengirimkan dengan mekanisme ambil tunai tanpa tanpa rekening (BRIFast Cash).
“BRI selalu ingin memberikan kemudahan bagi para Pekerja Migran Indonesia yang saat ini bekerja di luar negeri. Melalui layanan BRIFast Remittance, BRI dapat memberikan jasa layanan remitansi tidak hanya kepada PMI yang merupakan nasabah BRI, namun juga kepada mereka yang belum menjadi nasabah,” kata Royadi.
Layanan BRI juga didukung oleh 8.993 branch offices dan 221.531 e-channel di 34 Provinsi di Indonesia. Di samping itu, emiten bersandi saham BBRI ini juga memiliki 552.709 AgenBRILink untuk memastikan seluruh masyarakat di berbagai penjuru Indonesia dapat mengakses layanan perbankan.
Selain itu, BRI juga telah memiliki perwakilan Bank Representative (BR) di beberapa koridor negara yang tersebar di wilayah Asia Tenggara, Asia Timur, serta Timur Tengah untuk membantu menjawab segala kebutuhan layanan remitansi masyarakat Indonesia. Hadirnya BR BRI di antara para Pekerja Migran Indonesia, diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia di luar negeri.
Di sisi lain, untuk memfasilitasi kebutuhan nasabah dalam melakukan pengiriman dana dari Indonesia ke negara lain (outward remittance), BRI juga menghadirkan layanan Fitur Transfer Internasional melalui Digital banking BRImo dan memantau status transaksi pengiriman melalui BRIfast Tracker (www.brifast.co.id). Financial Super Apps milik BRI tersebut telah memiliki lebih dari 100 fitur sehingga dapat menghadirkan solusi holistik bagi nasabah dengan jumlah pengguna yang menembus 16,1 juta user.
“BRImo juga menawarkan keunggulan lain yaitu konversi mata uang dari rupiah ke valas dan sebaliknya dengan nilai kurs yang kompetitif. Nasabah dapat mendapatkan penawaran yang lebih menarik jika dibandingkan aplikasi sejenis, khususnya untuk pengiriman dengan jumlah amount yang tinggi,” tutupnya.
Baca Juga: Nasabah Dinilai Miliki Peran Besar dalam Menjaga Kerahasian Data Pribadi dan Perbankannya
Berita Terkait
-
BRI Dukung Pengembangan UMKM untuk Perluasan Pasar dan Go Digital
-
Tahun Ini, UMKM Dinilai Miliki Peran Penting untuk Pemulihan Ekonomi Indonesia
-
Dorong Ekspansi UMKM, BRI Kerja Sama dengan Beemarket.id Pasarkan Produk Lokal Indonesia
-
Lagi! BRI Gelar Program Peberdayaan Desa Melalui Program Desa Brilian 2022
-
Pertumbuhan Jumlah Nasabah BRI Prioritas Diharapkan Naik 15% di Tahun Ini
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
Terkini
-
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026
-
Smelter Nikel MMP Matangkan Sistem Jelang Operasi Penuh
-
Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar
-
OJK Restrukturisasi Kredit 237 Ribu Korban Bencana Sumatera
-
Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
-
OJK Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi