Suara.com - Sejumlah negara Uni Eropa terdampak kebijakan Rusia yang menghentikan pasokan gas mereka. Kepala Kebijakan Iklim Uni Eropa Frans Timmermans mengatakan, Eropa mungkin menghadapi krisis energi jika hal ini tak segera teratasi,
Rusia memangkas aliran melalui pipa Nord Stream 1 menjadi 40 persen dari kapasitas pekan lalu dengan alasan masalah dengan peralatan, setelah menangguhkan pasokan gas ke Polandia, Bulgaria, Belanda, Denmark, dan Finlandia, karena penolakan mereka untuk mematuhi skema pembayaran baru.
Timmermans mengatakan, 10 dari 27 negara anggota Uni Eropa telah mengeluarkan peringatan dini darurat pasokan gas, pertama sepanjang sejarah dan paling parah dari tiga tingkat krisis yang diidentifikasi dalam peraturan keamanan energi Uni Eropa.
"Risiko gangguan gas penuh sekarang lebih nyata dari sebelumnya," kata dia.
Rusia merupakan penyedia 40 persen gas bagi Uni Eropa, dengan kebijakan pengurangan pasokan ini ditambah naiknya harga gas membuat sejumlah negara di benua biru mulai beralih ke pembangkit listrik tenaga batu bara, sementara bersikeras ini bersifat sementara dan tidak akan menggagalkan target perubahan iklim.
Melansir dari Reuters, Jerman memasuki siaga gas darurat kedua pada Kamis (23/6/2022). Ekonomi utama Eropa itu mengaktifkan tahap pertama dari rencana daruratnya pada Maret.
Negara-negara Uni Eropa harus memiliki rencana untuk mengelola tiga tingkat krisis pasokan gas - peringatan dini, keadaan waspada, dan keadaan darurat.
Tahap "peringatan dini" berfokus pada pemantauan persediaan, sementara "alarm" secara teoritis memungkinkan utilitas untuk memberikan harga tinggi kepada konsumen dan membantu menurunkan permintaan. Tingkat "darurat" memungkinkan pemerintah memaksa industri untuk membatasi aktivitas guna menghemat gas.
Pemotongan Rusia telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Eropa akan kesulitan untuk mengisi penyimpanan gas - sekarang di 55 persen - cukup untuk mengatasi guncangan pasokan lebih lanjut selama puncak musim dingin. Uni Eropa bulan lalu menyetujui undang-undang darurat yang mengharuskan negara-negara untuk mengisi penyimpanan gas 80 persen pada 1 November tahun ini.
Baca Juga: Kunjungan Jokowi Ke Rusia Dan Ukraina Bakal Dijaga 39 Paspampres, Lengkap Dengan Senjata Khusus
Berita Terkait
-
PGN Fokus Utilisasi Gas Bumi Untuk Kebutuhan Domestik
-
Perang Menyengsengsarakan, Niat Jokowi Hentikan Tragedi di Ukraina Diapresiasi
-
Tuntut Kejelasan Soal Bocah Jadi Korban Penculikan dan Penganiayaan, Warga Karangmojo Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
-
BPH Temukan Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi
-
Presiden Jokowi Akan Kunjungi Medan Perang Kiev, Keamanan Tingkat Tinggi Dipersiapkan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat
-
Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup
-
Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya
-
HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang