Bisnis / Energi
Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:13 WIB
Suasana di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM merespons kelangkaan BBM jenis gasoline di SPBU swasta, khususnya Shell, di berbagai lokasi.
  • Wakil Menteri ESDM menyatakan izin impor BBM untuk SPBU swasta saat ini telah berjalan dan bisa dilaksanakan.
  • Bagi SPBU tanpa pemasok, ESDM menyarankan opsi kerja sama penyediaan BBM dengan pihak Pertamina.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi isu kelangkaan BBM yang kembali terjadi di SPBU swasta. 

Salah satunya adalah Shell yang mengalami kekosongan BBM, khususnya jenis bensin atau gasoline di sejumlah jaringan SPBU miliknya.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyebut bahwa impor BBM bagi SPBU swasta sudah dapat dilaksanakan. 

"Untuk izin impor itu kan prosesnya sudah berjalan. Itu kan prosesnya sudah berjalan. Itu kan kemarin itu, seharusnya SPBU swasta itu kan sudah bisa melaksanakan proses (impor),"  kata Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta yang dikutip, Sabtu (31/1/2026). 

Menurutnya, untuk SPBU swasta yang belum mendapatkan sumber pemasok, maka dapat menjalin kerja sama dengan Pertamina,  seperti yang sebelumnya terjadi pada akhir tahun 2025. 

"Kalau memang belum mendapatkan sumber, itu kan bekerja sama dengan Pertamina," kata Yuliot. 

Ditegaskannya, Pemerintah memiliki komitmen memastikan ketersedian BBM di seluruh SPBU, baik miliki Pertamina ataupun swasta. 

"Tetap kita usahakan sinergi bagaimana ketersediaan BBM baik oleh Pertamina maupun oleh Badan Usaha, itu bisa tetap itu berjalan. Itu mungkin hal yang perlu kita evaluasi kembali," ujarnya. 

Baca Juga: Wamen ESDM Gandeng PPATK Usut Aliran Dana Tambang Ilegal Rp992 Triliun

Load More