- ANTAM dan IBC bermitra dengan Huayou Cobalt serta EVE Energy dalam ekosistem baterai terintegrasi.
- Penandatanganan kerangka kerja sama dilakukan di Jakarta pada Jumat (30/1/2026) untuk hilirisasi nikel.
- Investasi $6 miliar ini ditargetkan mencapai kapasitas baterai 20 GWh dan menciptakan 10.000 lapangan kerja.
Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan Indonesia Battery Corporation (IBC) resmi menjalin kemitraan dengan perusahaan global, Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., untuk pengembangan hilirisasi nikel dan ekosistem baterai terintegrasi.
Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan kerangka kerjasama (framework agreement) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026).
Kolaborasi ini melibatkan HYD Investment Limited—konsorsium antara Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan EVE Energy Co., Ltd.—serta PT Daaz Bara Lestari Tbk.
Kemitraan strategis ini mencakup pembangunan rantai pasok baterai dari hulu hingga hilir. Lingkup pekerjaannya meliputi pengelolaan sumber daya nikel, proses pengolahan dan pemurnian (smelter), hingga manufaktur produksi baterai.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyebut bahwa kerja sama ini sejalan dengan mandat ANTAM dalam memperkuat hilirisasi mineral nasional.
Dalam kerja sama ini ANTAM berperan sebagai penyedia bahan baku strategis. Dipastikannya penyediaan bahan baku dilaksanakan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Menurutnya, ANTAM memandang kolaborasi ini sebagai bagian dari transformasi strategis untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri
"Melalui sinergi dengan IBC dan mitra global seperti Huayou, kami berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem baterai terintegrasi yang berkelanjutan, berdaya saing, dan sejalan dengan kepentingan strategis nasional,” kata Untung lewat keterangannya yang dikutip, Sabtu (31/1/2026).
Dalam proyek ini rencananya kapasitas produksi baterai listrik mencapai 20 Giga Watt hour (GWh) dan diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di Asia.
Baca Juga: Antam dan IBI Garap Proyek Baterai Bareng Konsorsium China: Nilai Investasi Capai 6 Miliar Dolar AS
Adapun estimasi nilai investasinya mencapai 6 miliar dolar AS, dengan potensi penciptaan sekitar 10 ribu lapangan kerja baru.
Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri baterai terintegrasi global.
Dia mengungkapkan, IBC dibentuk untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi menjadi pusat industri baterai terintegrasi yang berdaya saing global dan berkelanjutan.
"Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem industri nasional bernilai tambah tinggi,” ujar Aditya.
Sementara, Presiden Direktur Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., Chen Xuehua menyebut perusahaannya memandang Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pengembangan industri baterai di tingkat global.
"Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen menghadirkan teknologi, pengalaman industri, serta praktik keberlanjutan global untuk mendukung pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia,” ujar Chairman Huayou.
Berita Terkait
-
Emas Antam Terpeselet Hari Ini, Harganya Dibanderol Rp 2.916.000/Gram
-
Genjot Hilirisasi, Menperin Bidik Investasi Rp852,9 Triliun Masuk Industri Manufaktur pada2026
-
Catat Waktunya! Emas Antam Bisa Tembus Rp 3 Juta/Gram Pekan Ini
-
Emas Antam Terus Pecah Rekor, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram
-
Harga Emas Antam di Level Rp2,88 Juta per Gram pada Sabtu
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
-
Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week