Suara.com - Harga cabai yang mulai “pedas” viral di media sosial. Di Twitter, harga cabai yang naik terus menjadi sambatan para netizen. Mereka mempertanyakan penyebab harga cabai naik tajam. Pengguna Twitter @TutiPufi mengeluhkan hanya memperoleh sedikit cabai dengan uang Rp5.000. Dia menulis “Beli cabe rawit, Rp 5.000 diwarung tetangga. Dapetnya segini. Yg bilang Indonesia baik-baik aja adalah orang sinting.” Dalam postingan itu, @TutiPufi menyertakan gambar delapan biji cabai rawit merah.
Saat ini di Jakarta harga cabai mencapai Rp120.000 per kg. Di daerah-daerah lain seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah harga cabai menyentuh Rp100.000. Sebelum menyentuh harga tersebut, harga cabai naik signifikan sejak awal tahun mulai dari Rp40.000 per kg hingga menjadi Rp85.000 per kg.
Pertanyaan mengenai harga cabai naik terus ini sempat dijawab oleh Muhammad Lutfi pada tiga pekan lalu. Saat itu Lutfi masih menjabat sebagai Menteri Perdagangan sebelum digantikan oleh Zulkifli Hasan.
Di gedung DPR dia berujar bahwa panen cabai sedang terganggu sehingga harganya menjadi mahal. Gangguan panen ini disebabkan oleh lahan yang basah.
Permasalahan lahan ini membuat petani mengalami gangguan panen sehingga pasokan cabai kepada pedagang berkurang. Pedagang kemudian juga mengurangi pembelian pada pengepul karena daya beli masyarakat terhadap cabai berkurang.
Tak sampai di situ, lahan basah juga membuat kemungkinan tanaman terserang hama dan penyakit semakin besar. Kondisi ini memaksa para petani menambah biaya produksi untuk membeli pupuk dan obat hama sehingga terhindar dari gagal panen.
Namun demikian, tidak sedikit warganet yang turut mengkritik unggahan viral tersebut. Pasalnya, salah seorang warganet mengaku mendapatkan cabai cukup banyak saat ia beli di pasar.
"Beli di pasar, jangan di toko atau warung," tulis netizen terkait.
Ekonom Centre of Reform on Economic (Core) Indonesia, Yusuf Rendi Manilet, menyebutkan kelangkaan pasokan cabai terjadi akibat curah hujan yang tinggi.
Ditambah lagi, masalah distribusi dan sentra produksi cabai yang terjadi di sejumlah titik juga turut mempengaruhi harga cabai. Kenaikan ini juga memperlihatkan adalanya missing link dari data pangan yang dimiliki oleh pemerintah dengan ketersediaan pangan strategis.
"Seharusnya momentum meningkatnya harga cabai dan beberapa pangan strategis perlu mendorong pemerintah untuk melakukan konsolidasi terkait ketersediaan data pangan yang dimiliki oleh pemerintah," ujar Yusuf.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Heboh Warga Ogah Angkat Jemuran Tetangga yang Diguyur Hujan, Sikap Orangnya Bikin Warganet Terbelah
-
Menghibur Pelanggan, Pelayan Resto Ini Malah Ngelawak di Depan Customer
-
Salat Subuh di Masjid Ini, Jemaah Bernama Muhammad dan Maryam Bakal Dapat Hadiah
-
Viral, Ibu Ini Keluhkan Beli Cabai Rp 5 Ribu Cuma Dapat 8 Biji: yang Bilang Indonesia Baik-Baik Aja Adalah Orang Sinting
-
Kembali ke Korea Setelah Lama Beraktivitas di China, Nama Ten WayV Viral
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini