Suara.com - Pelaku usaha kini harus kreatif menciptakan produk untuk meraup keuntungan atau cuan. Apalagi, pelaku usaha di bidang makanan harus menciptakan menu yang kreatif agar bisa viral dan meraup cuan.
Salah satunya, Ferry Yustiana, pengusaha makanan yang mengubah makanan asal jepang Onigiri bercita rasa lokal dengan membuat onigiri isi rendang. Menurut Ferry, makanan buatannya disukai banyak orang.
Ferry yang akrab disapa Uni Titin ini, sampai kewalahan karena awalnya hanya berniat membuat sedikit, berujung dipesan hingga ludes.
"Mungkin karena mudah disimpan dan dibawa ke mana-mana, ya. Dibanding nasi bungkus biasa, onigiri ini ukurannya lebih kecil dan tidak mengotori tangan. Sambil nyetir sekalipun tetap bisa makan rendang," ujarnya kepada wartawan, Kamis (14/7/2022).
Uni Titin melanjutkan, usahanya bisnis makanannya ini yang awalnya hanya iseng, kini menjadi ladang pendapatan selain bekerja kantoran.
Bahkan, dia bisa meraup hingga puluhan juta dalam seminggu dengan menjual onigiri rencang tersebut.
Uni Titin pun hanya mengandalkan, penjualan lewat media sosial Instagram dan TikTok untuk memperkenalkan makanan onigiri rendangnya.
"Baru masuk tahun kedua buka, iseng-iseng untuk mencari kegiatan selama pandemi. Tapi Alhamdulillah sekarang malah kesibukan utamanya mengurusi bisnis ini. Bisa jadi penghasilan tambahan buat orang-orang di rumah juga," kata dia.
Partner Bisnis Uni Titin, Yudha mengatakan, adanya e-commerce sangat membantu penjualan. Apalagi, di masa pandemi ini, banyak konsumen yang membeli makanan secara online.
Dia mencatat, penjualan onigiri rendang selama seminggu mencapai 2.000. Dengan dijual seharga Rp15.000, Yudha bisa meraup cuan sebesar Rp30 juta.
Baca Juga: Bukan Donat, Nasi Kuning Onigiri untuk Traktiran Kantor Ini Tuai Sorotan Publik
"Selain karena sedang masa pandemi, adanya marketplace memudahkan pengusaha UMKM memasarkan produknya. Selain lewat media sosial, kita juga mulai menjual lewat Tokopedia," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik
-
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
-
Bahlil Buka Suara Nasib Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
-
Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia
-
Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922
-
Emas Antam Ambruk, Hari Harganya Rp 3.045.000/Gram
-
Presiden Perancis Sebut Serangan ke Iran 'Ilegal', Trump Ancam Boikot Sekutu Barat
-
Tar dan Nikotin Dibatasi, Industri Kretek Nasional Terancam Lumpuh
-
Laba Meroket, Segini Besaran Dividen Maybank Group
-
Eks Bendahara TPN Ganjar-Mahfud Lolos Seleksi Bos OJK