Bisnis / Keuangan
Rabu, 04 Maret 2026 | 11:11 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia menjamin stabilitas rupiah, menyatakan pelemahan relatif lebih baik dibanding mata uang regional per Rabu (4/3/2026).
  • BI akan melakukan intervensi tegas melalui NDF, transaksi spot, dan pembelian SBN untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
  • Cadangan devisa Indonesia tetap kuat pada USD154,6 miliar, didukung arus masuk modal asing Rp25,7 triliun di 2026.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan nilai tukar rupiah stabil. Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengatakan pelemahan rupiah masih lebih baik dibandingkan mata uang negara lainnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (4/3/2026) dibuka Rp16.922 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,30 persen dibanding penutupan pada Selasa (27/2/2026) yang berada di level Rp 16.872 per dolar AS.

"Pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara MTD melemah 0,51 persen relatif lebih baik dibandingkan regional," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Kata dia, BI akan terus intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah," imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa cadangan devisa tetap terjaga di level 154,6 milyar dolar AS akhir Januari 2026. Apalagi, Destry meyakini bahwa modal asing yang masuk di pasar keuangan masih cukup deras.

"Cadangan devisa tetap terjaga, arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun," tandasnya.

Load More