- Bank Indonesia menjamin stabilitas rupiah, menyatakan pelemahan relatif lebih baik dibanding mata uang regional per Rabu (4/3/2026).
- BI akan melakukan intervensi tegas melalui NDF, transaksi spot, dan pembelian SBN untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
- Cadangan devisa Indonesia tetap kuat pada USD154,6 miliar, didukung arus masuk modal asing Rp25,7 triliun di 2026.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan nilai tukar rupiah stabil. Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengatakan pelemahan rupiah masih lebih baik dibandingkan mata uang negara lainnya.
Seperti diketahui, berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (4/3/2026) dibuka Rp16.922 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,30 persen dibanding penutupan pada Selasa (27/2/2026) yang berada di level Rp 16.872 per dolar AS.
"Pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara MTD melemah 0,51 persen relatif lebih baik dibandingkan regional," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Kata dia, BI akan terus intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.
"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah," imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa cadangan devisa tetap terjaga di level 154,6 milyar dolar AS akhir Januari 2026. Apalagi, Destry meyakini bahwa modal asing yang masuk di pasar keuangan masih cukup deras.
"Cadangan devisa tetap terjaga, arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun," tandasnya.
Berita Terkait
-
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
-
Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD
-
Penerimaan Pajak Naik, Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat pada Kamis
-
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754
-
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
-
Bahlil Buka Suara Nasib Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
-
Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia
-
Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922
-
Emas Antam Ambruk, Hari Harganya Rp 3.045.000/Gram
-
Presiden Perancis Sebut Serangan ke Iran 'Ilegal', Trump Ancam Boikot Sekutu Barat
-
Tar dan Nikotin Dibatasi, Industri Kretek Nasional Terancam Lumpuh
-
Laba Meroket, Segini Besaran Dividen Maybank Group
-
Eks Bendahara TPN Ganjar-Mahfud Lolos Seleksi Bos OJK
-
OJK: Laporan Penipuan Tembus 13.130 Kasus Selama Ramadan, Dana Masyarakat Hilang Miliaran