Bisnis / Keuangan
Rabu, 04 Maret 2026 | 09:26 WIB
Logo Maybank
Baca 10 detik
  • Maybank Group mencatat laba bersih RM10,51 miliar di tahun buku 2025, didukung pertumbuhan pendapatan stabil dan kualitas aset tangguh.
  • Perusahaan mengumumkan total dividen FY25 sebesar 63 sen per saham, mencerminkan rasio pembayaran dividen 72,4 persen.
  • Kualitas aset membaik ditandai penurunan beban pencadangan bersih signifikan serta rasio permodalan kuat di atas ketentuan regulator.

Suara.com - Maybank Group mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar RM10,51 miliar atau sekitar Rp37,03 triliun.

Angka itu tumbuh 4,2 persen secara tahunan (year-on-year/Y-o-Y). Pencapaian tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan yang stabil, pengelolaan biaya yang disiplin, serta kualitas aset yang tetap tangguh.

Sejalan dengan komitment, perusahaan akan memberikan imbal hasil berkelanjutan kepada pemegang saham. Direksi mengumumkan dividen interim kedua tunai sebesar 33 sen per saham.

"Dengan demikian, total dividen FY25 mencapai 63 sen per saham, setara rasio pembayaran dividen 72,4 persen dan dividend yield sebesar 6,0 persen," kata Chairman Maybank, Tan Sri Dato’ Sri Ir. Zamzamzairani Mohd Isa dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak (PBT) meningkat 4,6 persen menjadi RM14,33 miliar, mencerminkan penguatan kinerja operasional dan penurunan biaya kredit sepanjang tahun.

Pendapatan operasional bersih tumbuh 2,7 persen menjadi RM30,38 miliar, didorong kenaikan pendapatan berbasis dana bersih sebesar 2,7 persen menjadi RM20,23 miliar serta pendapatan non-bunga (NOII) yang juga naik 2,7 persen menjadi RM10,15 miliar.

Margin bunga bersih (NIM) terjaga stabil di level 2,05 persen meskipun terjadi tren penurunan suku bunga di sejumlah pasar. Optimalisasi pengelolaan modal dan perbaikan kualitas aset turut mendorong peningkatan return on equity (ROE) menjadi 11,7 persen dari 11,1 persen pada FY24.

Pengendalian biaya tetap menjadi fokus utama. Rasio biaya terhadap pendapatan membaik menjadi 48,8 persen, meskipun biaya overhead naik 2,6 persen secara tahunan akibat penyesuaian inflasi pada biaya tenaga kerja, peningkatan biaya kartu kredit, belanja teknologi informasi, dan pemasaran.

Di tengah kenaikan tersebut, laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) tetap tumbuh 2,8 persen menjadi RM15,54 miliar.

Baca Juga: Emiten Properti LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 470 Miliar Sepanjang 2025

Dari sisi kualitas aset, beban pencadangan bersih (CKPN) turun signifikan 10,1 persen menjadi RM1,48 miliar, mencerminkan perbaikan kinerja portofolio di pasar-pasar utama.

Rasio net credit charge-off membaik menjadi 8 basis poin dari 26 basis poin pada tahun sebelumnya. Rasio pinjaman bermasalah bruto tercatat 1,28 persen, dengan loan loss coverage tetap kuat di 106,7 persen.

Pada kuartal IV FY25, laba bersih Grup meningkat 5,7 persen menjadi RM2,68 miliar, sementara PBT naik 9,0 persen menjadi RM3,72 miliar. Kinerja ini didukung pertumbuhan pendapatan berbasis dana bersih dan penurunan provisi penurunan nilai.

Secara intermediasi, pinjaman Grup tumbuh 1,7 persen secara tahunan, ditopang ekspansi di pasar utama, khususnya Malaysia yang naik 6,1 persen dan Singapura 5,0 persen.

Di Malaysia, pertumbuhan didorong bisnis Community Financial Services (GCFS) dan Global Banking (GGB) masing-masing sebesar 6,7 persen dan 4,8 persen.

Penghimpunan dana murah (CASA) meningkat 9,4 persen, mendorong rasio CASA menjadi 40,5 persen. Dari sisi likuiditas dan permodalan, Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 138,2 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 116,6 persen, jauh di atas ketentuan regulator.

Load More