- Rupiah melemah 0,30% pada Rabu (4/3/2026) dibuka Rp16.922 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan sejak Senin.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen *risk off* akibat perkembangan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
- Mata uang Asia lain melemah signifikan, namun rupiah relatif lebih kuat karena intervensi langsung Bank Indonesia (BI).
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan pada pembukaan hari ini. Adapun, mata uang Garuda sudah Senin lalu.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (4/3/2026) dibuka Rp16.922 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,30 persen dibanding penutupan pada Selasa (27/2/2026) yang berada di level Rp16.872 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.848 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah masih terkait sentimen perang Iran vs Amerika dan Israel.
"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan sentimen risk off dari perkembangan perang AS-Israel-Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.
Adapun, kenaikan harga minyak mentah juga dikuatirkan akan membebani ekonomi global termasuk Indonesia. Sehingga rupiah masih bisa tertekan namun tidak parah dibandingkan beberapa negara Asia.
"Rupiah, bukan terparah, malah pada hari Selasa rupiah jauh lebih kuat daripada mata uang lainnya oleh intervensi langsung BI. Range rupiah diperkirakan 16.800-16.950," jelasnya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya melemah. Salah satunya, Baht Thailand mencatat pelemahan terdalam yakni 0,40 persen, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,37 persen.
Lalu, peso Filipina melemah 0,33 persen, , dolar Singapura melemah 0,09 persen, ringgit malaysia melemah 0,09 persen. Selain itu, dolar Hong Kong melemah 0,04 persen dan yuan China melemah 0,04 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan Won Korea dan yen Jepang menguat terhadap dolar AS pagi ini, dengan penguatan masing-masing 0,36 persen dan 0,01 persen.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp16.872
Adapun, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,19, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 99,05.
Berita Terkait
-
Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi
-
Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.922
-
Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD
-
Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Emas Antam Ambruk, Hari Harganya Rp 3.045.000/Gram
-
Presiden Perancis Sebut Serangan ke Iran 'Ilegal', Trump Ancam Boikot Sekutu Barat
-
Tar dan Nikotin Dibatasi, Industri Kretek Nasional Terancam Lumpuh
-
Laba Meroket, Segini Besaran Dividen Maybank Group
-
Eks Bendahara TPN Ganjar-Mahfud Lolos Seleksi Bos OJK
-
OJK: Laporan Penipuan Tembus 13.130 Kasus Selama Ramadan, Dana Masyarakat Hilang Miliaran
-
IHSG Makin Memburuk pada Rabu Pagi, Dibuka ke Level 7.859
-
Pertamina Bicara Harga BBM Nonsubsidi Setelah Selat Hormuz Ditutup, Naik?
-
Harga Minyak Lampaui Asumsi APBN, Bahlil: Kita Harus Berhati-Hati!
-
Harga Emas Pegadaian Kompak Anjlok Hari Ini, Saatnya Borong Emas Galeri 24?