Suara.com - Mabes TNI menggandeng pihak swasta menbangun platform e-commerce berbasis aplikasi yakni Denmart. Penandatanganan kerjasama pembuatan platform e-commerce berbasis aplikasi dilakukan oleh perwakilan Mabes TNI Dandenma Mabes TNI Brigjen TNI Marinir, Oni Junianto dengan PT Janaka Indonesia Grup.
Komisiaris Utama Janaka Teknologi Indonesia Rino Lande mengatakan dalam aplikasi DenMart, Mabes TNI dapat memanfaatkan kemajuan dan peluang pasar e-commerce yang berkembang pesat di Indonesia.
"Kita berpikir era digital dan di Mabes TNI ada koperasi tapi dikelola secara manual, nah ide membuat e-commerce untuk koperasi itu untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari dan kebetulan Dandenma menilai sistem ini dibutuhkan, karena prajurit tidak semua ada di mabes tapi ada juga di luar. Konsepnya nanti koperasi akan menjual barang-barang murah dan mereka bisa membeli dari rumah," ujar Rino dalam keterangannya, Sabtu (6/8/2022).
Rino menyebut e-commerce berbasis aplikasi DenMart, nantinya tak hanya berbentuk aplikasi di lingkungan Mabes TNI dan Markar Kodam. Nantinya akan disediakan layanan toko yang akan memudahkan prajurit mencari barang kebutuhan.
"Kami juga akan Kembangan toko Denmart di setiap markas-markas TNI seperti di Mages TNI dan Markas Kodam," ucap Rino.
DenMart kata Rino nantinya akan didesain sebagai usaha komersial di bidang retail menawarkan banyak produk konsumsi juga jasa.
Adapun kebutuhan dasar yang dibutuhkan prajurit yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, diantaranya sembako, pernak pernik prajurit, seragam TNI dan lain lain.
"Jasa layanan yang bisa diakses di DenMart antara lain token listrik, pulsa hingga pinjaman untuk anggota koperasi," kata Rino.
Direktur Utama Janaka Teknologi Indonesia Dony Madya menuturkan aplikasi Denmart dapat download lewat ponsel berbasis android.
Baca Juga: Ketua ARSSI Akui RS Swasta Belum Dilibatkan dalam Ujicoba Aplikasi SatuSehat, Ini Sebabnya
Doni juga mengatakan nantinya Prajurit TNI yang memiliki aplikasi DenMart akan mendapatkan benefit selain harga jauh lebih murah. Bahkan tersedia juga pay latter, dan paket layanan antar dengan jangkauan area 5 kilometer.
"Harganya pasti akan lebih murah dari harga pasaran," ungkap Dony.
Ia menambahkan aplikasi DenMart dapat diakses layanannya oleh seluruh prajurit TNI dengan menjadi membership.
"Untuk menjadi membership cukup membayar iuran Rp 25 Ribu pertahun nantinya," katanya.
Berita Terkait
-
Puan Maharani Usul Istana Negara di IKN Nusantara Diapit Mabes TNI dan Mabes Polri
-
Ratusan Nakes Mabes TNI Diterjunkan ke Kabupaten Bogor
-
Vaksinasi Gratis Digelar di Tol Jagorawi, Ini Persyaratannya
-
Tercatat Aset Ganda, Mabes TNI Pemilik Sertifikat Lahan Kantor Wali Kota Magelang
-
TNI AD Tiadakan Tes Keperawanan, Ini Penjelasan KSAD Jenderal Andika Perkasa
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
Terkini
-
Anggaran Belum Ada, Pencairan TPG Guru dan Dosen di Bawah Kemenag Terancam Tertunda
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Danantara Mau Ambil Alih Tambang Milik Agincourt, Sudah Izin Grup Astra?
-
Danantara Akui Akan Alihkan Tambang Emas Martabe dari PTAR ke BUMN Perminas
-
Pasar Minyak Rabu: Brent Turun, WTI Merangkak Naik
-
Saham-saham Emiten Tambang Rontok Massal
-
Tak Semua Minyak Dalam Negeri Bisa Diolah, Ahok: Peningkatan Impor Bukan Penyimpangan
-
Apa Itu Trading Halt Saat IHSG Anjlok 8 Persen, Siapa yang Melakukannya?
-
Pengamat Tepis Isu Perbankan Malas Salurkan Kredit: Masalah Ada di Daya Beli
-
Ratusan Tambang Belum Setor RKAB, APBI Pastikan Anggotanya Sedang Proses Pengajuan