Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda pada Selasa (9/8/2022) dibanderol Rp14.854 per dolar AS. Rupiah menguat 0,15 persen dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.
Sementara di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia ada di level Rp14.862 per dolar AS pada menguat 0,35 persen dari sehari sebelumnya yang ada di Rp14.915 per dolar AS.
Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan kenaikan rupiah terjadi meski utang Indonesia naik Rp121 triliun menjadi Rp7.123,62 triliun. Secara rasio terhadap produk domestik bruto, utang tersebut dalam batas aman, wajar, serta terkendali diiringi dengan diversifikasi portofolio yang optimal.
Meski demikian, jumlah utang pemerintah Indonesia merupakan paling kecil di dunia dibandingkan negara-negara lainnya. Dan utang tersebut hanya 40 persen dari PDB. Sedangkan negara-negara maju lainnya hingga 100 persen dari PDB.
Selai itu, dolar mengintai tepat di bawah tertinggi baru-baru ini pada hari Selasa karena para pedagang menunggu data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini, yang dapat mengambil tekanan dari Federal Reserve dan menempatkannya pada greenback jika itu menunjukkan laju kenaikan harga telah mencapai puncaknya.
Pasar saham AS melihat sesi yang bergejolak pada hari Senin di tengah kantong pendapatan yang beragam, yang mendorong permintaan safe haven. Investor juga terjebak antara pertumbuhan dan permainan nilai, menjelang data inflasi akhir pekan ini.
"Fokus sekarang adalah pada data CPI AS untuk bulan Juli, yang akan dirilis pada hari Rabu. Analis mengharapkan pembacaan tahun-ke-tahun sebesar 8,7 persen, turun dari 9,1 persen yang terlihat pada bulan Juni," kata Ibrahim.
Penurunan inflasi yang lebih besar dari perkiraan kemungkinan akan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga yang tajam oleh Federal Reserve, dan akan positif untuk harga emas.
Baca Juga: Mau Uang Rupiah Bersambung dari BI? Ini Cara Beli dan Syaratnya
Berita Terkait
-
Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS
-
Kecewa Nafkah Anak Sedikit, Wanita Ini Nekat Sobek Uang Rupiah hingga Viral
-
BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026
-
Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran
-
BI Batasi Pembelian Tunai Dolar Mulai April, Rupiah Terus Melemah
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
Terkini
-
Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran
-
Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026
-
Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS
-
Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid
-
Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan
-
Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal
-
Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS
-
Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini