- Nilai tukar rupiah secara konsisten melemah terhadap dolar AS, mencapai Rp16.805 pada Kamis pagi (5/2/2026).
- Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen dalam negeri terkait isu OJK dan sentimen global penguatan dolar AS.
- Mata uang Asia mayoritas melemah, kecuali peso Filipina dan dolar Hongkong yang menunjukkan penguatan terhadap dolar AS.
Suara.com - Nilai tukar rupiah konsisten melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Adapun, pada pembukaan perdagangan hari Kamis (5/2/2026) mata uang garuda masuk zona merah.
Data Bloomberg, menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp16.805 per dolar AS. Rupiah pun melemah 0,18 persen dibandingkan penutupan Rabu (4/2) ada di level Rp16.779.
Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.775. Pelemahan ini terjadi dikarenakan sentimen dalam negeri. Salah satunya, nama Misbakhun yang dikabarkan masuk kandidat Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dikarenakan sentimen global.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh data ISM jasa yang lebih kuat," katanya saat dihubungi Suara.com.
Untuk itu rupiah akan terus melemah pada penutupan hari ini. Apalagi pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia menekan rupiah nanti.
"Namun perlemahan akan terbatas, investor wait and see menantikan data PDB Q4 Indonesia siang ini. Range 16.700-16.850," jelasnya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia kompak melemah. ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,26 persen.
Selanjutnya ada dolar Taiwan dan won Korea Selatan yang sama-sama ambles 0,21 persen. Disusul, yuan China yang tergelincir 0,04 persen.
Baca Juga: Bank Indonesia Selidiki Cacahan Uang Rupiah yang Dibuang di TPS Liar Bekasi
Berikutnya, baht Thailand dan dolar Singapura yang sama-sama turun 0,02 persen. Lalu yen Jepang terlihat melemah tipis dengan kecenderungan stabil di pagi ini.
Sedangkan, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,21 persenD
Kemudian ada dolar Hongkong yang menguat tipis 0,02 persen terhadap the greenback.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!