Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk atau Antam memperkuat segmentasi nikel dengan melakukan spin off untuk sebagian segmen usaha nikel di Halmahera Timur, Maluku Utara, melalui pemisahan IUP kepada anak usaha, PT Sumberdaya Arindo (SDA) dan PT Nusa Karya Arindo (NKA).
“SDA dan NKA merupakan anak perusahaan terkendali yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung 100% oleh Antam dengan segmen usaha di bidang pertambangan,” kata Dolok Robert Silaban, Direktur Pengembangan Usaha Antam.
Menurut Dolok, aktivitas spin-off tersebut sejalan dengan upaya Antam dalam menyiapkan pengembangan usaha yang lebih optimal guna meningkatkan performa segmen nikel Perusahaan, terutama kesiapan untuk menerima calon-calon investor strategis.
Ia menyebut, nantinya sejak tanggal efektif dilakukan spin-off sebagian segmen usaha nikel, NKA dan SDA akan melanjutkan aktivitas pertambangan nikel di Maluku Utara.
Tak hanya itu, sejalan dengan upaya Antam dalam pengembangan dan pengelolaan aset yang lebih optimal guna meningkatkan performa segmen nikel, diharapkan dapat mampu mengembangkan bisnisnya secara agile, fokus dan kompetitif guna mendukung pengembangan bisnis nikel Antam termasuk di dalamnya inisiasi pengembangan ekosistem industri EV Battery.
“Antam, terlebih sebagai perusahaan yang mempunyai saham dwi-warna, juga memastikan proses tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.
Antam optimistis dengan adanya rencana pengembangan EV Battery akan memaksimalkan pemanfaatan bijih limonite yang belum termanfaatkan secara optimal saat ini. Bijih limonite ini akan diolah di pabrik HPAL.
“Bijih limonite yang diolah melalui sistem High Pressure Acid Leaching (HPAL) menghasilkan produk berbasis nikel hidroksida, yang biasanya digunakan untuk material termasuk elemen baterai yang berbasis mineral nikel, salah satunya EV Battery,” paparnya.
Ia menambahkan, hilirisasi nikel menjadi sangat penting karena nikel merupakan salah satu komoditas utama Antam dengan cadangan dan sumberdaya yang sangat besar dan berkualitas tinggi. Pada 2021, tercatat Antam memiliki cadangan bijih nikel sebesar 381,91 juta wet metric ton (wmt) dan sumber daya sebesar 1.408,72 juta wmt, yang menjadikan Antam sebagai salah satu perusahaan pengelola komoditas nikel yang besar di Indonesia.
Baca Juga: KPK Lelas Barang Mewah Hasil Rampasan Terpidana Korupsi Mantan Wali Kota Tasikmalaya
Melihat begitu baiknya potensi komoditas nikel, dan sejalan dengan komitmen Antam dalam melakukan hilirisasi, Perusahaan secara selektif melakukan berbagai penjajakan kerjasama dengan calon mitra strategis guna memaksimalkan nilai tambah komoditas nikel melalui berbagai proyek hilirisasi.
“Tak hanya itu, guna mendukung komitmen Pemerintah dalam mewujudkan green energy, Antam berpartisipasi dalam proyek pengembangan rantai baterai, terutama EV Battery, dengan menjadi bagian dari Holding IBC maupun secara mandiri melalui berbagai penjajakan kerjasama dengan mitra strategis,” lanjutnya.
Rencana spin-off sebagian segmen usaha nikel yang akan dilakukan Perusahaan juga merupakan langkah awal untuk mendukung project EV Battery. Ke depannya diharapkan setelah spin-off sebagian segmen usaha nikel dilakukan akan membantu akselerasi pengembangan usaha Perusahaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Perluas Akses Hunian Layak bagi MBR
-
Apa Itu 'Safe House' dalam Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
-
Kode SWIFT BSI dan Panduan Lengkap Transaksi Internasional