Suara.com - Apa itu inflasi? Sebagian dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Kata inflasi banyak digunakan apalagi jika menyangkut pemberitaan stabilitas perekonomian suatu negara. Untuk lebih jelasnya, simak pengertian, penyebab, dampak, jenis dan contoh inflasi.
Pengertian Inflasi
Secara umum, inflasi adalah suatu keadaan di mana terjadinya kenaikan beberapa harga-harga barang dan jasa. Sedangkan menurut laman Bank Indonesia (BI) inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan suatu harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
Sementara, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) akibat banyaknya dan cepatnya uang (kertas) yang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.
Di dalam buku "Ekonomi Moneter" yang ditulis oleh Boediono, kenaikan harga dari satu ataupun dua barang saja dapat disebut sebagai inflasi. Kecuali jika kenaikan harga tersebut meluas hingga mengakibatkan kenaikan pada sebagian besar dari harga barang lain. Seperti harga bahan pokok, makanan, harga makanan sudah jadi, minuman, rokok, tembakau, harga sandang, harga wisata, harga kesehatan, harga pendidikan, rekreasi, olahraga, transportasi, komunikasi, dan juga jasa keuangan.
Adanya inflasi disebabkan karena banyak faktor. Di antaranya yaitu
1. Tingginya Permintaan
Permintaan yang tinggi terhadap suatu barang ataupun jasa sehingga menyebabkan harga barang atau jasa tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Baca Juga: Riau Masuk 5 Besar Provinsi Inflasi Tertinggi, BPS: Pemicunya Cabai Merah
Biasanya hal ini disebabkan karena stok barang yang sudah menipis sementara permintaan sangat tinggi, maka stok barang yang masih tersedia tersebut akan mengalami kenaikan harga. Begitu juga dalam bidang jasa, jika terdapat pembatasan kuota penggunaan suatu jasa maka memungkinkan terjadinya kenaikan harga.
2. Meningkatnya Biaya Produksi (cost pust inflation)
Jika sektor produksi mengalami kenaikan harga seperti bahan baku ataupun upah pegawai, maka secara otomatis produsen juga akan menaikan harga agar pendapatan keuntungan serta kegiatan produksi dapat terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang.
3. Jumlah Uang yang Beredar
Peredaran uang dengan jumlah yang tinggi di tengah masyarakat juga dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Hal tetsebut dikarenakan ketika jumlah uang di masyarakat meningkat, maka secara otomatis harga barang atau jasa akan ikut mengalami kenaikan.
Tag
Berita Terkait
-
Riau Masuk 5 Besar Provinsi Inflasi Tertinggi, BPS: Pemicunya Cabai Merah
-
Pekan Depan Diumumkan Presiden, Harga BBM Pertalite Jadi Naik?
-
Siap-siap, Harga BBM Pertalite Bakal Naik? Luhut: Minggu Depan Presiden akan Mengumumkan
-
Jokowi Sebut Riau Masuk 5 Daerah Inflasi Tertinggi, Syamsuar: Ini Jadi PR Kita
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi