- Kementerian Perindustrian menerapkan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship) yang mengadopsi sistem vokasi Swiss untuk kompetensi lulusan.
- Implementasi awal dimulai melalui kegiatan bersama Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) yang didukung pendanaan dari SECO Swiss.
- Data September 2025 menunjukkan penyerapan lulusan politeknik, akademi komunitas, dan SMK binaan Kemenperin sangat positif.
Suara.com - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri melalui penguatan pendidikan vokasi. Salah satu langkah yang ditempuh ialah penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship) yang diadaptasi dari sistem pendidikan vokasi Swiss.
Penguatan tersebut diarahkan untuk memastikan lulusan vokasi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus menjaga keberlanjutan rantai pasok nasional di tengah dinamika ekonomi dan teknologi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja industri yang adaptif dan berdaya saing. Menurutnya, penguatan praktik kerja industri menjadi kunci agar lulusan siap terjun ke dunia kerja.
“Pendidikan vokasi merupakan tulang punggung dalam mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global. Melalui penguatan praktik kerja industri yang terstruktur, lulusan vokasi diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Agus kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).
Di tengah tantangan transformasi digital dan perubahan kebutuhan kompetensi, Kemenperin mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi industri melalui implementasi Praktik Kerja Industri Terstruktur.
Program ini mengadopsi sistem ganda (dual system), dengan proses pembelajaran berlangsung di satuan pendidikan dan perusahaan.
Dalam skema tersebut, peserta didik mendapatkan pendampingan langsung dari pelatih tempat kerja yang kompeten, sehingga pengalaman belajar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif sesuai kebutuhan industri.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Doddy Rahadi, menjelaskan penerapan awal Structured Internship telah dimulai melalui kegiatan Pre-discussion Structured Internship bersama Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).
“Melalui kegiatan tersebut, kami mulai memetakan kesiapan serta praktik yang telah berjalan di berbagai satuan pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Perindustrian,” ujar Doddy.
Baca Juga: Biar Tak Andalkan Ekspor Mentah, Kemenperin Luncurkan Roadmap Hilirisasi Silika
Ie menyebut Penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur juga didukung program SS4C yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO). Program ini melibatkan kementerian terkait dan industri di Indonesia untuk membangun sistem ganda pendidikan dan pelatihan vokasi melalui politeknik serta akademi komunitas terpilih.
Sektor yang menjadi fokus kerja sama meliputi logam, manufaktur, makanan, serta mebel dan perkayuan, yang dinilai memiliki kebutuhan tinggi terhadap tenaga kerja terampil dan siap pakai.
Sebagai penguatan implementasi, pada 2024 Kemenperin bersama SS4C telah menerbitkan Buku Panduan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship Guideline). Panduan ini memuat prosedur lengkap pelaksanaan praktik kerja industri, mulai tahap persiapan hingga penyelesaian, sekaligus menjelaskan peran dan tanggung jawab para pihak.
Dalam Strategic Dialogue on Structured Internship yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Wulan Aprilianti Permatasari menyampaikan hasil diskusi yang menunjukkan perkembangan positif di lapangan.
“Sebagian besar politeknik dan SMK di bawah binaan Kemenperin telah mulai menerapkan konsep Structured Internship, antara lain melalui penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan job profile industri, pembekalan soft skills bagi peserta, serta pengaturan jadwal dan mekanisme monitoring yang sistematis,” tuturnya.
Saat ini, Kemenperin menaungi 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK yang tersebar di berbagai daerah. Unit-unit pendidikan tersebut mencatat capaian positif dalam penyerapan lulusan ke dunia kerja.
Berdasarkan data BPSDMI per September 2025, sembilan dari sepuluh lulusan politeknik dan akademi komunitas Kemenperin tahun 2024 telah terserap di dunia kerja. Sementara itu, lebih dari tiga perempat lulusan SMK binaan Kemenperin tercatat langsung diserap oleh industri.
Berita Terkait
-
Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri
-
Gubernur Banten: Tingkat Pengangguran Masih Tinggi, Penataan Ulang Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas
-
Catatan Akhir Tahun, Aktivitas Industri Manufaktur RI Melambat
-
Kemenperin Gaspol Digitalisasi Industri, PIDI 4.0 Jadi Motor Transformasi Nasional
-
Migas Jadi Kunci, Industri Lokal Bersiap Kuasai Proyek Strategis Nasional
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tumbuh Double Digit Sepanjang 2025, BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun
-
Berbalik Melonjak, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini
-
Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Ancam Industri Kretek dan Lapangan Kerja
-
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754
-
Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI
-
IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan, Cermati Support 8.200
-
Gen Z Terjepit 'Sandwich Generation' Begini Strategi Prudential Siapkan Dana Mapan
-
Studio Toge Productions Pertimbangkan Pergi dari Indonesia Usai Ngaku 'Dipalak' Pajak
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru