/
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:13 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan (Instagram luhut.pandjaitan)

Deli.Suara.com - Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan memberikan penjelasan mengenai kabar akan naiknya bahan bakar minyak (BBM).

Ia mengatakan kemungkinan Presiden Jokowi akan mengumumkan soal kenaikan harga BBM, pada pekan depan.

"Itu modelling ekonominya saya kira sudah dibuat. Mungkin minggu depan Presiden akan mengumumkan mengenai apa, bagaimana, mengenai kenaikan harga ini," katanya seperti dikutip dari SuaraSumut.id, Jumat (19/8/2022).

Luhut mengatakan Presiden Jokowi sudah mengindikasikan adanya kenaikan BBM jenis pertalite maupun solar.

"Presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian, karena kita harga BBM termurah se-kawasan ini. Kita jauh lebih murah dari yang lain dan itu beban terlalu besar kepada APBN kita," ujarnya.

Luhut mengaku Indonesia sudah cukup baik menjaga laju inflasi di level yang terkendali saat ini. Inflasi Indonesia pada Juli 2022 tercatat sebesar 4,94 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Inflasi Indonesia masih lebih rendah dari sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat yang mencapai 8,5 persen, Uni Eropa sebesar 8,9 persen, bahkan Turki sudah mencapai 79,6 persen. Capaian inflasi ini melebihi dari batas atas sasaran tiga persen plus minus satu persen.

Luhut telah meminta timnya untuk membuat modelling kenaikan inflasi. Meski saat ini masih tergolong terkendali, laju inflasi akan sangat bergantung pada kenaikan solar dan pertalite yang masih disubsidi pemerintah.

Ia meminta masyarakat untuk bersiap untuk kemungkinan adanya kenaikan harga BBM. Pasalnya, pemerintah juga harus menekan terus meningkatnya beban subsidi di APBN.

Baca Juga: Putri Candrawathi Tidak Ditahan Karena Sakit, Trimedya Panjaitan: Alasan Klasik!

"Karena bagaimanapun, tidak bisa kita pertahankan demikian. Jadi tadi, mengurangi pressure (tekanan) ke kita karena harga crude oil (minyak mentah) naik, itu kita harus siap-siap," tukasnya.

Berpeluang  Picu Inflasi Hingga Penambahan Angka Kemiskinan 

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin angkat bicara mengenai dengan rencana kenaikan harga BBM.

Menurutnya, kabar kenaikan harga BBM ini sebagai respon dari pernyataan Presiden yang menyampaikan beberapa masalah APBN terkait dengan mahalnya harga minyak dunia belakangan ini.

"Memang harus kita akui bahwa harga jual BBM saat ini jauh dibawah harga ke-ekonomiannya. Tetapi terkait kapan harga BBM dinaikkan saya belum mendengar kepastiannya," kata Gunawan, Selasa (16/8/2022). 

Ia mengatakan jika harga BBM naik, maka akan terjadi inflasi. Semakin tinggi kenaikan harga BBM, maka target inflasi akan semakin tinggi pula.

Load More