Suara.com - Teratai Group sukses menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam ajang penghargaan Properti Indonesia Award 2022 yang digelar media Properti Indonesia (MPI) Group-- penerbit Majalah Properti Indonesia dan portal berita propertiindonesia.id.
Teratai Group berhasil meraih penghargaan dalam dua kategori yaitu Property Development untuk proyek Teratai Villas dan Rising Star Developer untuk skala korporasi.
Teratai Villas diberikan penghargaan sebagai The Promising Villa Development in Bali, sedangkan Teratai Group berhasil dinobatkan sebagai The Prospective New Comer Property Developer in Bali.
Penghargaan tersebut diraih atas pencapaian Teratai Group yang sukses mengembangkan beberapa proyek hunian baru di Bali dan langsung terserap habis (sold out) dalam waktu singkat meski di tengah pembatasan yang diakibatkan Covid-19. Beberapa proyek tersebut diantaranya; Teratai Villas, Teratai Grand Village, The Promenade serta Royal Teratai. Trophy Properti Indonesia Award diterima langsung oleh Direktur PT Teratai Agung Kencana (Teratai Group), I Gede Arya Wijaya SH, M.Kn.
I Gede Arya Wijaya SH, M.Kn. menuturkan, pihaknya sangat berterimakasih atas apresiasi yang diberikan Media Properti Indonesia kepada pengembang lokal seperti Teratai Group. Terlebih, di usianya yang baru menginjak dua tahun Teratai Group mampu membuktikan keseriusan dan komitmennya dalam melahirkan proyek-proyek berkualitas dan tentunya dengan harga yang kompetitif untuk market di Bali.
“Penghargaan PIA 2022 menjadi bukti nyata bagi Teratai Group untuk tetap menghadirkan produk yang inovatif dan berkualitas meskipun di tengah segala keterbatasan akibat pandemi Covid-19. Terimakasih kami ucapkan kepada tim yang sudah bekerja keras dan solid, termasuk berbagai dukungan dari Pemerintah kepada sektor properti dan industri pariwisata di Bali. Semoga penghargaan ini dapat memotivasi kami untuk terus berkarya lebih baik lagi di masa yang akan datang,” ujarnya.
Properti Indonesia Award 2022 mengusung tema; “Building Back A Stronger Business to Ensuring Property Industry Viability”. Tema ini sejalan dengan harapan masyarakat serta pelaku usaha di sektor properti agar industri ini mampu recovery dengan cepat dan kembali melesat paska dihantam “badai” COVID-19.
Ajang penghargaan bergengsi bagi proyek properti maupun industriawan properti tanah air yang telah memasuki tahun ke-9 tersebut menetapkan sebanyak 33 penerima golden trophy Properti Indonesia Award yang diklasifikasikan dalam empat kategori, meliputi; Property Corporates, Property Projects, para Inspiring Figure dari industri properti serta Property Supporting Industries.
Baca Juga: Kenaikan BBM Tak Mempengaruhi Pengembang Dalam Penjualan Properti
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah
-
GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen
-
Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun
-
Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK