Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membagikan trik sukses untuk buka peluang usaha hingga naik kelas kepada ratusan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Sandiaga mengatakan, tingkat ekonomi Indonesia di bidang fashion saat ini mencapai 18 persen dan kriya 15 persen. Menurutnya, ekonomi ekstraktif akan mulai tergantikan oleh Ekraf.
“Kami yakin sektor Ekraf bisa menciptakan 1,1 juta lapangan kerja di tahun ini. Kemudian, di 2024 bisa tercipta 4,4 juta lapangan kerja,” ujar Sandiaga Uno saat acara Sarasehan dengan UMKM, di Rumah Dinas Walikota Palembang, Sumsel.
Sandiga menyebut, jika ingin sukses tipsnya yaitu harus berani mengambil risiko, menjalin relasi, dan menggunakan metode ekonomi berbasis silaturahmi. Sebab, menurutnya silaratuhmi juga berguna untuk memperluas rezeki.
“Kita juga harus pintar mengambil kesempatan. Seperti contohnya, Indonesia saat ini menjadi pusat perhatian dunia karena menjadi tuan rumah G20. Maka bisa diambil 3G, yaitu gerak cepat (Gercep), gerak bersama (Geber), dan gali semua potensi lokal (Gas pool),” ungkapnya.
Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo berharap Pelaku Ekraf dan UMKM di Palembang bisa segera bangkit dan tumbuh pasca pandemi Covid-19.
Dia juga menambahkan, kehadiran Sandiaga dengan pengalamannya sebagai pengusaha yang berhasil memberikan motivasi kepada para pelaku Ekraf dan UMKM di Palembang.
“Semoga dengan hadirnya Pak Sandiaga bisa menjadi motivasi bagi semua pelaku Ekraf dan UMKM di Palembang dan bahkan Sumsel. Maka, upaya kita saat ini adalah mempromosikan ekonomi agar tetap tumbuh di Palembang,” kata Harnojoyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai