Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menggelar pameran PaDi UMKM Hybrid Expo 2022. Pameran diselenggarakan mulai tanggal 28 September 2022 - 2 Oktober 2022 di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat.
Menurut Erick, gelaran ini merupakan upaya BUMN untuk mengembangkan UMKM. Pasalnya, Perekonomian Indonesia hampir semuanya disumbang oleh UMKM.
"Kita semangat membantu UMKM, karena mereka itu benar-benar bekerja dengan hatinya. Jadi kalau kita ingin membantu mereka menyiapkan, apakah pembiayaan,Apakah market, Apakah pendampingan, ini loh jerih payah yang akan kita berikan kepada mereka," ujarnya dalam pembukaan Padi UMKM di Gedung Sarinah, Jakarta, Rabu (28/9/2022).
Erick memaparkan, 64,5 juta orang saat bekerja dan bergantung pada UMKM. Maka dari itu, dia meminta BUMN untuk membangun ekosistem yang bisa dimasuki UMKM untuk berusaha.
"Kenapa sejak awal saya meminta BUMN para pimpinan untuk mencari apa? Ekosistem besar Rp24,5 triliun angka yang besar untuk UMKM, kalau dibagi per transaksi 162 juta transaksi," ucap dia.
"Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang terus kita jaga 5% tiap tahunnya sampai dengan 2045, salah satunya pertumbuhan UMKM Indonesia,” tambah Erick.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting melaporkan, penyelenggaraan PaDi UMKM Hybrid Expo 2022 bertujuan untuk memberi akses pasar yang lebih luas bagi UMKM dalam memasarkan produknya baik secara offline maupun online.
"Melalui penyelenggaraan PaDi UMKM Expo 2022 ini tentu yang diharapkan tidak hanya terbatas sampai saling mengenal antara UMKM dengan BUMN atau masyarakat, melainkan juga terciptanya transaksi belanja sebagai bentuk konkret mendorong pemulihan ekonomi utamanya pelaku UMKM," kata dia.
Pada pelaksanaan PaDi UMKM Expo batch 1 diikuti oleh 244 UMKM yang menghasilkan nilai transaksi Rp1,66 miliar, sedangkan pada penyelenggaraan batch 2 diikuti oleh 295 UMKM yang menghasilkan nilai transaksi Rp12,54 miliar.
Baca Juga: Erick Thohir: Pendapatan BUMN Hampir Setara Capaian APBN 2021
Adapun secara keseluruhan, total kontribusi belanja BUMN pada UMKM yang tercatat di PaDi UMKM baik secara tender maupun belanja langsung untuk periode Januari sd Agustus 2022 mencapai Rp24,5 triliun dari 94 BUMN dan perusahaan anak.
Tidak hanya memberi akses pasar bagi UMKM, kegiatan PaDi UMKM Expo juga berupaya memberikan edukasi kepada UMKM mengenai berbagai hal terkait pengembangan UMKM seperti perizinan berusaha, sertifikasi, digitalisasi, ekstensifikasi pasar, perencanaan keuangan, dan sebagainya yang mengundang narasumber dari berbagai Kementerian/Lembaga dan BUMN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru
-
BRI Perkuat Transformasi Digital, Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi