Suara.com - Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG) menginginkan pemerintah menyuntik modal lewat Penyertaan Modal Negara (PMN). Hal ini diperlukan, untuk menjalankan penugasan pemerintah dalam menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada UMKM.
Direktur Bisnis IFG, Pantro Pander Silitonga, mengatakan bahwa kapasitas modal perseroan sangat terbatas saat ini. Sebab, saat ini holding juga tengah menyelesaikan polis nasabah Asuransi Jiwasraya.
"Kemampuan fundraising holding sudah terbatas, jadi kita memerlukan PMN untuk KUR. Kalau tidak, tentu kapasitas kita berkurang. Kita tidak bisa untuk menjamin program KUR sesuai target pemerintah," ujarnya dalam diskusi Ngopi BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (29/9/2022).
Pantro memaparkan, target penyaluran KUR setiap tahunnya meningkat, pada tahun 2019 penyaluran KUR mencapai Rp138 triliun, kemudian naik menjadi Rp198 triliun pada 2020.
"Total penyaluran KUR 2020 itu Rp198 triliun, dan realisasi penyaluran KUR 2021 sampai Rp285 triliun, artinya ada kenaikan 44 persen. Pada saat yang sama, di perbankan kenaikan kredit hanya lima persen. Jadi artinya perbankan lebih hati-hati dan wajar karena kondisi ekonomi yang tidak menentu," ucap dia.
Maka dari itu, bilang Pantro, dibutuhkan garansi kepada perbankan dalam penyaluran KUR, agar di saat bisnis UMKM mandek, maka ada jaminan yang tetap membayar KUR tersebut.
Dia mengungkapkan, realisasi penjaminan KUR Askrindo hingga Juni 2022 mencapai Rp75,2 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 1,58 juta debitur UMKM dan Jamkrindo sebesar Rp101,1 triliun dengan UMKM yang menjamin sebanyak 2,21 juta debitur UMKM.
"Tahun ini target KUR pada 2022 sebesar Rp373 triliun, artinya naik 31 persen, 2023 targetnya dinaikkan lagi menjadi Rp470 triliun dan berikutnya (2024) mencapai Rp585 triliun. Artinya dalam dua tahun ke depan akan ada kenaikan penyaluran KUR lebih dari 20 persen setiap tahunnya," kata dia.
Pantro menambahkan, program KUR merupakan salah satu solusi UMKM untuk mempertahankan usahanya selama pandemi.
Baca Juga: Wamenkeu Beberkan Bukti Bahwa PMN BUMN Juga Bermanfaat Bagi Rakyat
"Program KUR ini cukup efektif dan kami mendukung pemerintah seusai target yang dicanangkan. Oleh karena itu, kami berharap ada dukungan pemerintah dalam bentuk permodalan," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran