Bisnis / Keuangan
Senin, 10 Oktober 2022 | 13:14 WIB
Kereta Api Indonesia. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Rencana MRT Jakarta mengakuisisi PT KAI Commuter Indonesia (KCI) ditentang oleh beberapa pihak. Salah satunya, Serikat Pekerja Kereta Api Indonesia.

Dalam keterangan tertulisnya, Ketua Umum Serikat Pekerja Kereta Api Edi Suryanto menolak keras rencana akuisisi tersebut. Menurutnya, akuisisi tersebut bertentangan dengan regulasi.

"Karena penugasan angkutan massal KRL dengan skema PSO itu kepada BUMN PT KAI, lalu diteruskan kepada anak perusahaannya yakni PT KCI selama ini tidak masalah karena KAI yang punya mayoritas saham PT KCI," ujar Edi seperti dikutip dalam keterangannya, Senin (10/10/2022).

Edi menilai, meskipun Kejaksaan Agung telah menyampaikan pendapat bahwa harus dilakukan akuisisi dalam integrasi transportasi, tetapi pendapat itu belum sebuah Dasar Pijakan aturan Kebijakan hukum.

"Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) masih tetap konsisten menolak rencana Pencaplokan saham 51% PT KAI di PT KCI," imbuh dia.

Edi melanjutkan, para pekerja kereta api mendukung rencana integrasi antar moda transportasi. Bahkan, para pekerja kereta api mengancam mogok kerja, jika rencana akuisisi tersebut dijalankan.

"Untuk mencegah adanya permasalahab hukum yang serius dikemudian harus, jika aksi korporasi akuisisi tetap dilakukan, maka serika pekerja kereta api akan melakukan ancaman mogok kerja," kata dia.

Load More