Suara.com - Lahirnya IndoVac produksi dalam negeri tidak terlepas dari peran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang sejak awal pandemi Covid-19 berjuang dalam membangun kemandirian kesehatan nasional. Erick juga mendorong agar BUMN Farmasi juga bisa mengembangkan vaksin Covid-19 sendiri
Anggota Komisi VI DPR, I Nyoman Parta mengapresiasi kinerja pemerintah melalui kementerian BUMN karena telah berhasil memproduksi Vaksin IndoVac karya anak bangsa. Hal itu menjadi bukti kualitas SDM Indonesia tidak kalah dengan asing, bahkan setara dengan negara-negara maju.
"Kinerja Bio Farma ini cukup baik, sudah berhasil membuat vaksin lokal berkualitas internasional," kata Anggota Komisi VI DPR, I Nyoman Parta.
Kesuksesan Bio Farma ini, kata Anggota Fraksi PDIP, tidak lepas dari arahan dan perhatian khusus Presiden Joko Widodo terkait produksi vaksin agar tidak ketergantungan pada impor. Presiden memberikan antensi khusus kepada Menteri BUMN, Erick Thohir untuk mengubah paradigma BUMN ke depan agar berkontribusi untuk rakyat.
"Sorotan Presiden Jokowi soal ketersediaan vaksin ini harus digaris bawahi. Karena itu, vaksin tidak boleh terus menerus impor, bisa menguras APBN, jadi wajar BUMN dipacu untuk bisa memproduksi sendiri," ujarnya.
Legislator dari Pulau Dewata ini menilai sudah seharusnya BUMN Farmasi, terlebih Biofarma harus mengutamakan karya anak bangsa dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan kesehatan.
"Sudah saatnya Indonesia bisa swasembada vaksin, bahkan ke depan produksi vaksin ini bisa diekspor untuk menambah pemasukan negara," terangnya.
Parta-sapaan akrabnya mendorong agar Holding BUMN Farmasi bisa bersinergi dan menghasilkan roadmap yang jelas dan membantu pemerintah merealiasikan rencana besar agar Indonesia tidak lagi tergantung vaksin luar negeri.
"Nah, kemarin disebut punya cita-cita, pada 2027 sudah terbangun ekosistem kesehatan yang dengan nilai Rp94 triliun, yaitu 25 persen dari pangsa pasar. Saran saya, kalau bisa dipercepat, jadikan situasi paska pandemi Covid-19 ini sebagai peluang dan tantangan," paparnya.
Baca Juga: Muncul Nama-nama yang Layak Gantikan Iwan Bule Bila Mundur Jadi Ketua PSSI
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo meluncurkan sekaligus meninjau penyuntikan perdana vaksin COVID-19 produksi dalam negeri yaitu Vaksin IndoVac, di pabrik PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022).
Bahkan Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk mendukung sekaligus mendorong program pengembangan vaksin di tanah air agar Indonesia dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan vaksin nasional.
“Pak Menteri BUMN, Pak Menteri Kesehatan, dorong terus Bio Farma sehingga nanti akan betul-betul menghasilkan sebuah revenue yang semakin besar bagi negara dan kita memiliki kemandirian, berdikari betul di dalam urusan vaksin,” ujar Presiden lagi.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa pengembangan vaksin COVID-19 produksi dalam negeri ini merupakan langkah awal dari upaya untuk mendukung ketahanan kesehatan di Indonesia.
Langkah selanjutnya, Kemeneg BUMN akan terus mendorong kerja sama sejenis. “Ini baru langkah awal, kami terus mendorong kerja sama-kerja sama serupa, seperti kemarin yang ditandatangani juga di Inggris, dengan ProFactor,” ujarnya.
Jadi, lanjut Erick, mirip tentu seperti yang dilakukan hari ini, pihaknya bekerja sama soal R&D-nya tapi tentu lisensinya, merknya punya kita, dan memproduksi di kita,” tegasnya.
Erick menambahkan, pihaknya bersama Menteri Kesehatan menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pandemi atau penyakit yang mungkin terjadi.
“Dengan ProFactor, kemarin kita menandatangani yaitu vaksin hemofilia yaitu kekentalan darah, dan ini kita menjadi hubnya produksi untuk vaksin dunia. ProFactor akan mendistribusikan ke Eropa dan Amerika, tetapi Indonesia tentunya untuk Asia, Afrika, dan lain-lain. Inilah contoh kerja sama yang terus kita dorong ke depan,” pungkas Menteri BUMN.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok