Suara.com - Ancaman resesi ekonomi global masih menghantui perekonomian Indonesia. Ancaman resesi itu pastinya akan berdampak luas bagi perekonomian, tidak terkecuali pada sektor usaha.
Namun, tidak semua sektor usaha akan terdampak dari ancaman resesi tersebut. Menurut CEO Via Rasa Group Vincent, sektor usaha waralaba atau franchise masih akan tumbuh, meski diterpa isu resesi.
Hal ini diperkuat dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) yang memperkirakan bahwa industri waralaba (kemitraan) atau franchise di tahun 2022 diperkirakan akan menyentuh angka 2,5% hingga 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Masih oke (bisnis Franchise), karena kalau lihat dari data masih naik 2,5-5%," ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/10/2022).
Vincent melanjutkan, saat masa pandemi pun, bisnis franchise banyak dicari. Dia menjelaskan, bisnis waralaba menjadi pilihan bagi pekerja yang terdampak dari Covid-19.
"Menariknya justru itu membuka banyak peluang, di luar banyak orang cari, dan ternyata kita jadi solusi bagi mereka. Ini justru kita harus siap-siap membuka wadah bagi mereka yang terkena PHK," ucap dia.
Vincent menturkan, pertumbuhan bisnis franchise juga didorong oleh tingginya daya beli atau konsumsi masyarakat di tengah kondisi krisis ekonomi yang berkepanjangan.
"Hal ini juga kami sajikan agar dapat membantu mereka membuka lebih banyak lagi lapangan pekerjaan baru di daerah," kata dia.
Dalam hal in, Via Rasa Group ikut bartisipasinya dalam pagelaran Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2022 di ICE BSD, Tangerang.
Baca Juga: Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia, PLN Perbanyak SPKLU dan SPBKLU Sistem Waralaba
Vincent menjelaskan bahwa pada kegiatan ini, Via Rasa tidak hanya menawarkan sejumlah program kemitraan namun juga edukasi terkait unit bisnis makanan dan minuman yang dimiliki.
"Kami menargetkan ada 100 kemitraan baru dalam pagelaran itu. Saat ini, kami sudah memiliki outlet lebih dari 350 outlet di seluruh Indonesia," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif