Deddy Prasetia, Lurah Manggar, mengakui bahwa pemanfaatan gas methana dari TPAS Manggar telah menciptakan peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendukung pemerintah dalam mengurangi beban subsidi gas elpiji 3kg.
Hingga Kamis (3/11/2022) terdapat 307 sambungan rumah yang tersebar dalam 4 RT, yaitu RT 36, 61, 95, dan 97 Kelurahan Manggar serta 12 UKM yang telah memanfaatkan gas methana untuk kebutuhan memasak.
"Warga kami sangat merasakan manfaat besar penggunaan gas methana dari sampah ini, salah satunya menghemat biaya hidup. Warga kami tidak terkena dampak inflasi karena tingginya harga energi,” ujar Deddy.
Iuran penggunaan gas methana yang sangat murah, yaitu Rp10 ribu per bulan, lanjut Deddy, jadi pendorong banyak rumah tangga yang menggunakan gas methana. Warga menggunakannya untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak hingga mandi air hangat di rumah, termasuk usaha rumah tangga di lingkungan Kelurahan Manggar.
“Penghematannya luar biasa. Coba kalau menggunakan elpiji 3 kg. Harga di sini Rp30 per tabung. Sebulan bisa tiga tabung. Artinya bisa Rp90 ribu. Dengan penyaluran gas methana melalui pipa dari TPAS Manggar, hanya Rp120 ribu saja. Itu setahun,” ujarnya.
Suyono, Pengelola Program WASTECO, sangat berharap ke depan jumlah rumah tangga yang memanfaatkan gas methana akan bertambah setiap tahunnya. Salah satu caranya adanya dengan menambah jumlah pengusaha baru di wilayah Manggar agar pemanfaatan gas methana menjadi lebih besar.
“Dari jumlah sampah yang masuk, bisa menghasilkan 737.999 m3 per tahun gas methana dari potensi 1,5 juta m3 per tahun. Namun dari jumlah tersebut baru sekitar 500 ribuan m3 yang mampu disalurkan ke masyarakat untuk menjadi gas pengganti LPG,” katanya
Dia menyebutkan pada 2023 Kelurahan Manggar berharap menjadi rujukan kampung mandiri energi terbarukan dan menjalin lebih banyak mitra strategis melalui program WASTECO. Karena itu, beberapa inisiasi pembentukan dan pengembangan masyarakat dilakukan untuk membuat usaha rumahan yang bisa menambah nilai ekonomi masyarakat.
"Kami ada beberapa kelompok di sini, salah satunya adalah kelompok pengelola gas methana TPAS Manggar dengan berbagai unit usaha dan bank sampah gas methana,” ujar kelahiran Magetan, Jawa Timur, 53 tahun silam ini.
Baca Juga: PT TWC dan AJE ASEAN Kolaborasi Wujudkan Green Tourism
Karti, Ketua Kelompok Pengelola Gas Methana TPAS Manggar, mengaku sejak pandemi jumlah UMKM yang terbentuk di Kelurahan Manggar makin bertambah. Permintaan akan produk yang dihasilkan jumlah meningkat.
"Terbaru, ada ibu-ibu di desa kami yang mencoba membuat usaha mantau (makanan khas Balikppapan)," katanya.
Rasum Setiawan, Ketua Kelompok Bank Sampah Gas Methana, bersyukur atas kehadiran PHM di Kelurahan Manggar karena telah memfasilitasi penyediaan bangunan untuk kelompok. Berlokasi tak jauh dari kantor Kelompok Pengelola Gas Methana TPAS Manggar, tempat aktivitas kelompok Bank Sampah Gas Methana dibangun oleh PHM. Luas areal bangunan untuk aktivitas keseharian bank sampah sekitar 3,5 X 5 meter.
Menurut Rasum, Bank Sampah Gas Methana Manggar baru beroperasi Oktober 2022. Bank Sampah juga bagian dari program WASTECO. Jumlah anggota yang menabung sampah baru beberapa orang. Mereka menyetor sampah organik dan anorganik yang dihargai Rp1000 per kilogram.
“Kami menjualnya ke pengepul Rp1.500 per kg,” jelas Rasum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal