PURWASUKA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta Deden Guntari mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan penanganan dan pengelolaan sampah secara mandiri di setiap desa.
Menurutnya, hal ini bisa mencegah terjadinya penumpukan di tempat pembuangan akhir (TPA).
"Kami terus meningkatkan pelayanan persampahan disertai dengan sosialisasi penanganan sampah secara mandiri di desa-desa," ujarnya pada Sabtu (29/10/2022).
Diterangkan Deden, dengan mengoptimalkan penanganan dan pengelolaan sampah di setiap desa bisa menjadi solusi terkait pengangkutan sampah.
Pasalnya, saat ini sudah waktunya melakukan pengelolaan sampah di tingkat tempat pembuangan sementara sampah.
Sehingga, sampah tidak melulu dibuang ke tempat pembuangan akhir.
“Mengenai pengelolaan sampah ini, kami terus berkampanye kepada masyarakat agar dilakukan pemilahan sampah," ujarnya melansir dari Antara.
Melalui pemilahan sampah, kata dia, maka akan terjadi pengelolaan sampah secara mandiri di desa-desa.
Selain itu, Deden juga menyebutkan kalau dalam penanganan sampah, Pemkab Purwakarta mendapat bantuan dari pusat mengenai TPS3R (tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle).
Baca Juga: Dari 153 Korban Tewas Tragedi Itaewon, Sekitar 50 Orang Alami Henti Jantung
"TPS3R di Purwakarta ada sepuluh titik," katanya.
Sementara itu, volume sampah di Purwakarta yang diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Cikolotok Purwakarta mencapai sekitar 177 ton per hari.
Namun yang rutin terangkut setiap hari ke TPA hanya sekitar 30 persen. Sisanya menumpuk di tempat pembuangan sementara yang tersebar di sejumlah lokasi di Purwakarta.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi