Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) raih tiga kategori penghargaan yang mencakup enam sasaran program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, pada ajang Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2022.
Penghargaan diterima SEVP Business Support Pupuk Kaltim Meizar Effendi, dari Ketua Umum CFCD Thendri Supriatno di Jakarta.
Diungkapkan Meizar, penghargaan yang berhasil diraih Pupuk Kaltim diantaranya dua program kategori Platinum, tiga program kategori Gold serta The Most Commited Corporate on SDGs for Environment Pillar 2022. Untuk kategori Platinum, diraih program penyiapan tenaga kerja dan wirausaha Pupuk Kaltim yang diselenggarakan oleh LKP binaan SUVI Training. Serta program pembuatan media konservasi terumbu karang oleh kelompok Kimasea.
Selanjutnya pada kategori Gold, diraih program konservasi dan diversifikasi mangrove, konservasi tanaman endemik anggrek hitam melalui reintroduksi, serta program PKT Sigap. Sedangkan The Most Commited Corporate on SDGs for Environment Pillar, diraih atas tingginya komitmen perusahaan pada pelestarian keanekaragaman hayati dan menjalankan aktivitas bisnis yang berorientasi terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang mencakup 17 indikator SDGs.
"Pupuk Kaltim memiliki komitmen tinggi dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Seluruh program dilaksanakan secara berkelanjutan melalui berbagai pengembangan setiap tahun, hingga memberi dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitar," ujar Meizar.
Seperti program penyiapan tenaga kerja, digagas Pupuk Kaltim untuk peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan vokasi, guna mencetak SDM unggul dan siap kerja di berbagai bidang. Hal ini diwujudkan melalui dukungan terhadap program pendidikan, pelatihan dan kompetensi hingga pemagangan yang dilaksanakan oleh LPK SUVI Training.
Sasaran pendidikan dan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, didukung pemagangan dengan penempatan di seluruh unit kerja Pupuk Kaltim. Sehingga para peserta mampu mendapatkan pengalaman dan pembelajaran langsung di tataran praktis.
Kemudian untuk pembuatan media konservasi terumbu, Pupuk Kaltim memberdayakan nelayan eks destructive fishing yang ada di sekitar perusahaan untuk bersama menjaga kelangsungan sumberdaya hayati bawah laut. Pemberdayaan pembuatan media konservasi terumbu bagian dari pembinaan yang dilakukan Pupuk Kaltim, sekaligus mendorong kesadaran nelayan untuk senantiasa menangkap ikan dengan ramah lingkungan.
Konservasi terumbu dilakukan di kawasan perairan Kota Bontang yang telah mengalami kerusakan akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, dengan penurunan sekira 500 unit media terumbu buatan setiap tahun. Seluruhnya dikerjakan oleh kelompok binaan, mulai dari pembuatan media, penurunan hingga pemantauan dan pengembangan melalui metode transplantasi.
Baca Juga: Wujudkan Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat, Pupuk Kaltim Terima Penghargaan dari Kemenkes
"Program ini telah dikembangkan dengan membentuk kelompok binaan baru dari kawasan pesisir lainnya di Kota Bontang, sehingga tanggungjawab dalam menjaga ekosistem perairan bisa terus ditingkatkan melalui konservasi. Disamping menumbuhkan kesadaran bersama di masyarakat untuk tidak merusak laut melalui penangkapan ikan dengan ramah lingkungan," terang Meizar.
Pada program konservasi dan diversifikasi mangrove, selain melakukan penanaman minimal 50.000 bibit per tahun, Pupuk Kaltim juga meningkatkan aspek pemberdayaan bagi pengelola program yang tergabung dalam kelompok Telok Bangko Kelurahan Loktuan Bontang Utara. Seluruh anggota dibekali pengetahuan dan keterampilan tambahan, hingga mampu menciptakan produk turunan berbahan dasar mangrove seperti sirup, dodol hingga makanan ringan amplang khas Bontang.
Pupuk Kaltim juga memberikan dukungan rumah produksi bagi kelompok tersebut, sehingga usaha yang dijalankan dalam memproduksi produk dapat berjalan lebih optimal dan makin berdampak terhadap kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Lalu untuk konservasi tanaman endemik, Pupuk Kaltim melakukan reintroduksi 1.000 bibit anggrek hitam ke Taman Nasional Kutai (TNK) sejak 2019, yang dikembangkan melalui metode kultur jaringan. Hal ini mengingat seluruh populasi tanaman tersebut dinyatakan habis, akibat kebakaran yang melanda TNK di tahun 2015. Sehingga melalui reintroduksi, keberadaan anggrek hitam dapat kembali dikembangkan.
Apalagi tanaman tersebut dikategorikan sebagai flora terancam punah yang dilindungi, serta dilarang diperdagangkan secara bebas kecuali hasil penangkaran sesuai Peraturan Pemerintah nomor 7 Tahun 1999.
"Sedangkan untuk PKT SIGAP, merupakan program tanggap kebencanaan khususnya langkah proaktif Pupuk Kaltim dalam penanganan dan pencegahan COVID-19 selama masa pandemi," terang Meizar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI