Suara.com - Pembangunan Bandara Bali Utara tengah berjalan. Saat ini, pembangunannya tengah menunggu penetapan lokasi (penlok) di mana bandara tersebut dibangun.
"Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi, Pemerintah segera menurunkan penlok pembangunan Bandar Udara Internasional Bali Utara di pesisir Kubutamabahan, Kabupaten Buleleng, yang sudah lama ditunggu," ujar Komisaris PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU), Sutarman dalam keterangannya, Minggu (11/12/2022).
Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti Erwan Sad Adiatmoko menuturkan, pembangunan bandar aitu akan menggunakan konstruktor asal China yaitu China Construction First Group Corp. Ltd (CCFG).
Sedangkan, BIBU juga menggandeng kontraktor lokal yaitu PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya dan PT WIKA
Adapun, Investasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara akan membutuhkan dana sekitar Rp17 triliun dan bisa menyerap tenaga kerja sebesar 200 ribu orang, serta menghidupkan UMKM asal Bali dan sekitarnya.
"Kita sudah mendapat komitmen dari warga di sekitar Kubutambahan untuk bekerja sama mengelola tanah untuk dikelola," jelas Erwanto.
Dari sisi aerotropolis, Erwanto juga telah menggandeng sejumlah perusahaan bergerak di bidang metaverse, finansial, properti, logistik, telekomunikasi, energi, digital data center, MICE, dan lainnya.
"Di antaranya ada sejumlah perusahaan dalam dan luar negeri yang sudah menandatangani dokumen kerjasama dengan BIBU. Kami ingin membangun peradaban baru di Bali Utara,'' imbuh Erwanto.
Baca Juga: Pasca Ledakan Bom Polsek Astana Anyar, Keamanan Bandara Ngurah Rai Diperketat
Berita Terkait
-
Pasca Ledakan Bom Polsek Astana Anyar, Keamanan Bandara Ngurah Rai Diperketat
-
Acara Ngunduh Mantu Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Puluhan Jet Pribadi Akan Parkir di Bandara Adi Soemarmo
-
Pasca Bom Bunuh Diri di Bandung, Pengamanan Bandara Soekarno-Hatta Diperketat
-
GM BJBS Purbalingga Purna Tugas, Ingatkan Ini Biar Bandara Tetap Eksis
-
Pesawat C-130 Herkules Lengkapi Kekuatan Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari