Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyuarakan aksi 'Ayo Jogo Konco' alias 'Ayo Jaga Teman' untuk mencegah tawuran pelajar. Hal itu disampaikan Ganjar dalam acara virtual peringatan Hari Anak Sedunia dengan tema 'Rembug Konco, Kids Take Over'.
Melalui aksi ini, Ganjar ingin setiap anak menjadi 'polisi' untuk menjaga temannya agar tidak menghendaki adanya tawuran. Dalam kalimat Ayo Jogo Konco, Ganjar juga ingin anak-anak menjadi pelopor kebaikan bagi teman-temannya.
"Kita tidak ingin di setiap sekolah, setiap daerah, ada polisi anak-anak dan mengawasi perilaku anak-anak, tidak. Setiap dari diri anak-anak bisa menjadi polisi, untuk menjadi pelopor memberikan contoh, memberikan literasi untuk sekaligus bisa menjadi pelapor, tidak takut," kata Ganjar.
Dengan melapor aksi tidak terpuji itu, lanjut Ganjar, dinas terkait akan langsung merespons. Ganjar mengatakan, ada banyak media melapor seperti sosial media, telfon, ataupun aplikasi.
Menurut Ganjar, ketersediaan banyak media tersebut membuat para siswa tidak lagi takut untuk melapor. Namun demikian, Ganjar menyebut yang penting laporan tersebut tidak boleh bermuatan fitnah.
"Kalau kita sudah tahu persoalan ini, yuk kita wujudkan (menangani), kalau perlu nanti kita ukur. Kita buat indikator-indikator, bahwa sesuatu sedang tidak berjalan dengan baik," sambung Ganjar.
Ganjar pun mengapresiasi tema peringatan Hari Anak Sedunia kali ini, yakni Rembug Konco, Kids Take Over (KTO). Menurut orang nomor satu di Jateng ini, KTO menjadi suatu proses pembelajaran bagi anak.
"Proses pembelajaran ini penting. Sehingga tahu mana yang benar, mana yang salah, mana yang kurang. Sehingga perbaikan bisa dilakukan," kata Ganjar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jateng Retno Sudewi mengatakan, tema acara ini bertujuan untuk memberikan tokoh kunci berpengaruh di samping peran orang dewasa, yakni teman.
Baca Juga: Maknai Hari Ibu, Srikandi Ganjar Kalteng Gelar Demo Masak Demi Berdayakan Perempuan Mandiri
"Dalam rangka, Suarakan Aksimu, Ayo Jogo Konco. Kemudian, tema yang dipilih KTO, mengambil kegiatan untuk pencegahan kekerasan seksual terhadap anak, peningkatan literasi anak, untuk mencegah kekerasan berbasis online," kata Retno.
Acara ini turut diikuti oleh Sekda Jateng Sumarno, para bupati, wakil bupati, asisten setda pemkab/pemkot daerah di Jateng, Forum Anak Jateng, Forum Genre, Pramuka, Komunitas Anak Difabel, dan seluruh anak yang ikut secara virtual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok