Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meresmikan Pusat Penelitian Tanaman Rempah Indonesia milik PT Sido Muncul. Ganjar ingin laboratorium ini titik balik rempah Indonesia untuk kembali mendunia.
Awalnya, Ganjar mengapresiasi PT Sido Muncul yang telah membuat laboratorium ini. Ganjar mengatakan, Pusat Penelitian Tanaman Rempah Indonesia bisa menjadi titik temu berbagai pihak untuk berkolaborasi.
"Maka kalau hari ini dari Sido Muncul membuat lab yang sangat bagus, ini kesempatan bertemunya seluruh pemangku kepentingan. Ini bisa kita dorong untuk hilirisasi menjadi produk yang punya brand bagus," kata Ganjar saat memberikan sambutan secara virtual.
Terlebih, kata Ganjar, saat ini Indonesia bersaing dengan rempah dari negara asia lain. Ganjar mengatakan, fakta itu ditemukannya saat mengunjungi mahasiswa Indonesia yang studi di luar negeri.
Menurut Ganjar, rempah Indonesia memiliki potensi bagus untuk bisa merajai dunia. Melalui kerjasama dan dipolmasi yang baik, Ganjar meyakini kekayaan rempah milik Indonesia bisa mendunia.
"Mereka biasanya menemukan rempah mirip di Asia Shop dan itu biasanya dari Thailand. Saya bayangkan seluruh kedutaan kita bekerjasama dengan pemerintah lokal, punya Toko Indonesia dan menjual seluruh bumbu yang ada dan ini menjadi diplomasi kita," katanya.
Ganjar pun mengapresiasi PT Sido Muncul yang telah membuat Pusat Penelitian Tanaman Rempah Indonesia. Ganjar berharap, peresmian ini menjadi momentum bagi tanah air meraih kejayaan lewat kekayaan sumber daya yang ada.
"Harapan kita menjadi momentum titik balik untuk melompat kembali bahwa kita bisa punya sumberdaya yang hebat, yang bisa menguasai dunia, dari apa yang kita miliki," kata Ganjar.
"Apa yang disediakan di tempat kita sendiri ini, hanya butuh satu saja komitmen dari pemerintah dan itu mesti kita dukung bersama," sambungnya.
Baca Juga: Kena Sentil Sekjen Golkar, PDIP Bantah Kader Partainya Terbelah Kubu Puan dan Pro Ganjar
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak