Suara.com - Saham bluechip merupakan jenis saham dari perusahaan dengan kondisi keuangan prima dan telah beroperasi selama bertahun-tahun lamanya. Sehingga, perusahaan yang mengantongi predikat saham bluechip dipastikan lebih stabil dari perusahaan lain. Di Indonesia, saham-saham yang masuk dalam kategori bluechip berada pada daftar indeks LQ45.
Berikut ini lima rekomendasi saham bluechip apabila kamu ingin mulai berinvestasi di awal tahun 2023.
1. Bukit Asam (PTBA)
PT Bukit Asam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi. Bergerak di industri tambang batu bara, perusahaan ini mencatatakan laba Rp1,77 triliun atau meningkat 38,04% dari laba bersih tahun sebelumnya. Bersamaan dengan kenaikan pendapatan, harga saham PTBA naik setelah sebelumnya mengalami kontraksi pada Januari-September 2021.
2. Adaro Energy (ADRO)
Saham ADRO menunjukkan performa cemerlang pada paruh pertama 2022. Harga jual rata-rata (ASP) yang naik menjadi faktor utama kinerja ciamik perusahaan batubara ini. Dibanding tahun lalu, harga jualnya melonjak 117%. Emiten pertambangan batubara ini membukukan laba bersih senilai USD 1,21 miliar atau 613% dari realisasi laba bersih pada periode yang sama tahun lalu.
3. Indo Tambangraya Megah (ITMG)
Jajaran saham yang layak dikoleksi selanjutnya diduduki oleh ITMG yang mencatatkan hasil cemerlang pada paruh pertama 2022. Sepanjang periode ini, ITMG membukukan laba bersih USD 460,82 juta, atau naik 291,7% dari realisasi laba bersih semester pertama tahun lalu yang hanya USD 117,62 juta.
Kenakan laba ini sejalan dengan melesatnya pendapatan perusahaan. Indo Tambagraya Megah membukukan pendapatan USD 1,42 miliar atau naik dua kali lipat dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kaleidoskop 2022, IHSG Sempat Cetak Rekor Baru di Level 7.318
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
BCA menempati posisi pertama sebagai perusahaan dengan nilai kapitalisasi terbesar di Indonesia. Presentase saham perusahaan jasa perbankan dan keuangan ini adalah 54,94% dimiliki oleh PT Dwimuria Investama Andalan dan 45,06% sisanya disebar ke masyarakat umum. Laporan keberlanjutan saham pada 2021 mencatatkan per 31 Desember tahun tersebut, 2,49% saham BCA dimiliki oleh pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan. Sementara itu komisaris, tidak termasuk komisaris independen, dan Direksi memiliki 0,19% saham
5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
PT Telkom Indonesia ramai disebut setelah investasinya pada GOTO lewat anak perusahaan Telkomsel dinilai sebagai langkah yang salah. Namun, per Maret 2022 ini nilai kapitalisasi pasar Telkom mencapai Rp453,7 triliun. Pemegang saham Telkom dibagi dalam dua jenis yakni pemerintah yang menguasai 52,09% saham dan sisanya 47,91% dipegang oleh publik.
Untuk diingat, rekomendasi saham di atas merupakan analisis dari tim kami. Kami tidak bertanggung jwab atas kerugian yang anda derita. Pastikan pelajari profil saham sebelum membelinya!
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Jokowi Cabut PPKM, Jam Perdagangan Bursa Harusnya Ikutan Balik Normal
-
Detik-detik Terakhir Perdagangan Akhir Tahun, IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.850
-
Perdagangan Saham Terakhir di 2022, IHSG Justru Bergerak Loyo
-
Kaleidoskop 2022, IHSG Sempat Cetak Rekor Baru di Level 7.318
-
IHSG Ditutup Menguat, Saham GOTO Melesat
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju