Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan penyeberangan Merak - Bakauheni dilanda angin kencang dengan kecepatan 0,5 -45 km/jam disertai hujan dengan intensitas ringan pada Minggu sore.
"Karena itu pelaku pelayaran diharapkan waspada untuk menghindari kecelakaan laut," kata Wahyu Argo, petugas Prakirawan Cuaca BMKG di Posko Mobil Cuaca BMKG di Dermaga 2 Pelabuhan Merak, Banten.
Pelaku pelayaran lintas penyeberangan Merak -Bakauheni dapat meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan kondisi cuaca demi keselamatan penumpang.
Cuaaca buruk terjadi sejak Sabtu (31/12/2022) lalu, di mana ASDP menutup penyeberangan Merak - Bakauheni pukul 14.40 WIB sampai pukul 22.00 WIB.
Kemungkinan ASDP dapat menutup kembali penyeberangan Merak - Bakauheni jika cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
Selain itu juga pengguna jasa tidak memaksakan kehendak untuk menyeberang jika kondisi cuaca buruk.
"Kami mendukung layanan lintasan penyeberangan Merak- Bakauheni ditutup sementara demi keselamatan penumpang, bila cuaca buruk terjadi di selat Sunda bagian utara," kata dia.
Ia menyebut, tinggi gelombang di Merak-Bakauheni diperkirakan antara 0,5 - 2,0 meter. Selain itu pada sore hari dilanda hujan dengan intensitas ringan dan tiupan angin dari arah barat daya - barat laut dengan kecepatan 5 - 40 km/jam.
Namun, secara umum diperkirakan berawan dan angin bergerak dari arah barat laut dengan kecepatan mencapai 5 - 20 km/jam.
Sementara itu, pada siang hari ini hingga menjelang sore hari akan terjadi hujan dengan intensitas ringan dan terdapat potensi peningkatan kecepatan angin mencapai 05 - 45 km/jam.
"Kami terus menginformasikan cuaca kepada otoritas Pelabuhan Merak untuk melayani masyarakat pengguna jasa angkutan Natal dan tahun baru (nataru) agar selamat sampai tujuan," katanya.
Berita Terkait
-
BMKG Klaim Operasi TMC Sukses Cegah Cuaca Esktrem di Jabodetabek dan Jawa Barat
-
Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Sukabumi Siaga Banjir dan Longsor, Berikut Selengkapnya
-
Daftar 21 Wilayah di Jawa Barat yang Berpotensi Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang, Berikut Informasinya
-
Prakiraan Cuaca di Jawa Barat Minggu 1 Januari 2023, Berikut Penjelasannya
-
Hari Pertama 2023, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Di Sejumlah Wilayah, Ini Daftarnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor