Sementara itu, Customer Experience Expert InJourney, Ricky Wirjan, menekankan sejumlah keunikan dari F1 H2O Toba 2023, yang membuat ajang olahraga ini semakin menarik.
“Selain dilakukan di danau vulkanik terbesar di dunia, ini adalah ajang powerboat dunia yang diadakan di tempat tinggi yakni 800 meter di atas permukaan laut. Danau Toba itu sangat indah, dari tengah danau kita bisa melihat bukit dan gunung yang cantik sekali. Jadi kita berharap pembalap dan siapapun yang terlibat di acara tersebut bisa menceritakan keindahan Danau Toba,” jelas Ricky.
Untuk bisa dinikmati oleh masyarakat luas, Ricky menjelaskan bahwa acara ini akan disiarkan secara langsung di televisi swasta dan disiarkan oleh saluran televisi internasional yang bekerja sama dengan F1 H2O. Selain bisa menampilkan acara olahraga, upaya ini juga dilakukan untuk memperkenalkan Danau Toba.
Ia juga menjelaskan bahwa setelah acara F1 H2O ini selesai, lokasi di Balige bisa dimanfaatkan sebagai lokasi wisata dengan adanya bangunan ikonik dan instalasi seni, sehingga juga mempengaruhi pertumbuhan UMKM di sana. Selain itu, juga manfaat untuk meningkatkan potensi olahraga air seperti dayung atau kegiatan sosial budaya.
Guna menggandeng perhatian dari generasi muda, Social Youth Influencer, Reza Pahlevi juga mengajak masyarakat untuk terlibat langsung di berbagai kegiatan. Baik secara langsung maupun lewat media sosial.
“Mari kita sukseskan bersama, entah membuat program dengan pemuda-pemuda di sana, membuat Live Instagram, atau pengabdian sosial di daerah Danau Toba, supaya anak muda sekarang lebih tahu potensi yang ada di sana,” ujar Reza.
Sebelumnya, Septriana Tangkary dalam sambutannya juga menyampaikan tentang diseminasi F1 H2O Toba 2023 yang berlangsung satu hari sebelum (24/01), dengan melibatkan berbagai media, guna menyebarkan informasi kepada masyarakat luas. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali.
“Kemarin kami mengundang seluruh Pemimpin Redaksi Media, dengan harapan adanya media nasional dan internasional untuk menyampaikan pesan ke seluruh dunia, bahwa program F1 H2O Toba 2023 merupakan program kebanggaan Indonesia setelah mengalami pandemi yang cukup panjang, dan di sini Danau Toba menjadi ujung tombak untuk kita semua.”
Acara Genposting yang diselenggarakan secara hybrid ini disambut positif oleh peserta yang mayoritas merupakan anak muda. Sebanyak 300 peserta hadir secara luring dan daring, baik di aplikasi Zoom dan kanal YouTube DJIKP.
Baca Juga: Anyaman Pandan Milik Eva Herlia Sukses Jadi Produk Ekspor Setelah Dapat Bantuan BRI
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim