Suara.com - Masuk 2023, HDI Global, perusahaan yang bergerak dalam solusi identitas dan keamanan mengumumkan Laporan Industri Keamanan dan Identitas 2023. Pemetaan ini diharapkan dapat membantu HDI menyediakan pemahaman yang lebih akan kebutuhan pelanggan.
“Laporan Industri Keamanan dan Identitas 2023 memberikan pemetaan tren dinamika industri terkait, sehingga diharapkan dapat membantu menyediakan pemahaman yang lebih pada kebutuhan pelanggan, termasuk berbagai tantangannya. Kami yakin, laporan ini akan membantu rekan dan partner dalam bidang keamanan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk beradaptasi dan menggunakan kesempatan yang ada dengan solusi-solusi yang inovatif," ujar Head of Sales, Extended Access Technolgies HID Asia Pasifik Rocky Chow.
Salah satu poin dalam Laporan Industri Keamanan dan Identitas 2023 disebutkan, para pengguna smartphone berharap semakin banyak penerapan mobile access. Misalnya, memungkinkan pengguna menggunakan fitur smartphone sebagai kunci, sebagai kartu identitas dan dokumen digital, langsung di aplikasi dompet digital.
Hal ini juga dapat meliputi, antara lain pada surat ijin mengemudi (SIM) di beberapa negara, informasi vaksinasi Covid-19 yang dapat diverifikasi, tanda pengenal karyawan, tanda pengenal mahasiswa, dan kunci kamar hotel.
Selain itu ada 4 poin lain yang mengemuka dalam Laporan Industri Keamanan dan Identitas 2023, yaitu:
1. Hampir 90% responden menganggap program keberlanjutan menjadi isu penting
End users semakin menuntut penyedia jasa untuk semakin transparan dalam hal operasional, sumber daya produk dan pelaksanaan R&D (research & development) mereka. Sebanyak 87% responden menyatakan faktor keberlanjutan dinilai sebagai "penting hingga sangat penting."
Demi mendukung permintaan yang terus meningkat ini, maka para praktisi keamanan semakin banyak memanfaatkan cloud dan Internet of Things untuk mengoptimalkan proses dan mengurangi sumber daya mereka. Selain itu, produk dan solusi baru dikembangkan secara strategis untuk mengatasi penggunaan energi berlebih, mengurangi limbah, dan mengoptimalkan sumber daya.
2. Kebanyakan organisasi masih perlu pemahaman lebih lanjut soal identitas "as-a-service" (IDaaS) untuk mendukung model kerja hybrid
Mayoritas responden, yaitu 81%, menyatakan bahwa mereka menawarkan opsi model kerja hybrid. Contohnya, 67% responden mengatakan bahwa multifactor authentication dan passwordless authentication merupakan hal yang paling penting untuk beradaptasi dengan model kerja hybrid dan remote work, sedangkan 48% responden mengacu pada pentingnya identitas yang bersifat digital dan mobile.
3. Hampir 60% responden merasakan manfaat dari contactless biometrics
Teknologi biometrik merupakan terobosan besar dari kontrol akses konvensional. Pengembangan biometrik sebagai faktor otentikasi tambahan (seperti pemindai biometrik untuk memverifikasi identitas fisik seseorang) dapat membantu organisasi mengeliminasi akses yang tidak sah atau penipuan. Pentingnya tren ini tercermin dalam data survei yang menunjukkan bahwa 59% responden saat ini sedang menggunakan, merencanakan, mengimplementasikan, atau setidaknya sedang mencoba teknologi biometrik dalam waktu dekat.
Baca Juga: Luno Indonesia Luncurkan Fitur Multi Buy, Mudahkan Pelanggan dalam Membeli Berbagai Aset Kripto
4. Walau rantai pasokan masih menjadi kekhawatiran industri, namun optimisme mulai muncul
Menurut survei, 74% responden mengatakan bahwa mereka terkena dampak masalah rantai pasokan pada 2022. Untungnya, 50% responden merasa optimis bahwa kondisi mereka akan membaik pada 2023. Perusahaan properti komersial merasakan dampaknya paling besar, dimana sebanyak 78% responden menyebut masalah ini sebagai kekhawatiran utama mereka.
Hasil survei didapat dengan mengumpulkan pendapat dan masukan dari 2.700 mitra, end users (pengguna), serta staf keamanan dan IT dari berbagai jabatan dan kelompok organisasi yang mewakili lebih dari 11 sektor industri.
Masyarakat menggunakan produk dan layanan HID untuk menjalani kehidupan sehari-hari, yang memungkinkan pengguna bertransaksi dengan aman, bekerja dengan produktif, dan bepergian dengan bebas. Adapun mitra HID antara lain, pemerintah, lembaga pendidikan, rumah sakit, dan lembaga keuangan.
Berita Terkait
-
Survei LSI: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Kejaksaan Masih Tinggi
-
Survei IPS: Ridwan Kamil Paling Cocok Jadi Cawapres Ganjar Pranowo
-
Hasil Survei: Cuma 25,4 Persen Netizen yang Ingin Pilpres 2024 Diikuti 3 Pasangan Capres-Cawapres
-
Indonesia Jadi Negara Ke-2 Kasus Perselingkuhan Terbanyak, Apa Dampak Perilakunya?
-
Link Net Berdayakan SDM Profesional Berorientasi ke Kebutuhan Pelanggan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Aturan Purbaya soal Kripto Dinilai Bikin Industri Makin Transparan
-
Rupiah Makin Ambruk Hingga ke Level Rp 16.855
-
8 Ide Usaha Menjanjikan di Desa dengan Modal Kecil yang Menguntungkan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
Harga Beras SPHP Akan Dipatok Sama Rp 12.500/Liter di Seluruh Wilayah RI
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
DJP Kemenkeu Berhentikan Sementara Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK
-
Pegawai Pajak Kena OTT KPK, Purbaya: Kami Bantu Dari Sisi Hukum, Tak Akan Ditinggal