Bisnis / Ekopol
Jum'at, 03 Maret 2023 | 13:42 WIB
Presiden Jokowi saat berpidato dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BNPB di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2023). (YouTube Sekretariat Presiden)

Suara.com - Kasus pegawai pajak dan bea cukai Kementerian Keuangan bergaya hedon ikut menarik perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi pun memberikan peringatan keras kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang kerap bergaya hedon hingga memamerkan harta kekayaan di media sosial.

Hal itu dia sampaikan saat membuka Sidang Kabinet Paripurna terkait Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2024 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/3/2023) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta para PNS seluruh jangan terlalu sombong dengan harta yang dimiliki. Apalagi dirinya memamerkan jabatan hingga barang-barang mewah.

"Jangan pamer kekuasaan, jangan pamer kekayaan, apalagi sampai dipajang-pajang di IG, di media sosial itu sebuah kalau aparat birokrasi yang sangat tidak pantas," ujar Jokowi.

Peringatan ini tidak hanya ditujukan kepada para PNS saja, Jokowi juga mengingatkan para menteri di semua lembaga pemerintah unuk memplototi kehidupan para PNS-nya.

Jangan sampai, banyak PNS memiliki harta kekayaan yang tidak tahu asal-usulnya seperti Rafael Alun hingga Eko Darmanto.

"Selesaikan dan bersihkan kementerian atau lembaga lainnya," tegas dia.

Menanggapi marahnya masyarakat terhadap kasus pamer harta ini, Jokowi pun memaklumi. Dia menilai, rakyat memang pantas marah dan kecewa melihat PNS yang bersuka ria memamerkan harta.

"Dari komentar-komentar yang saya baca baik di lapangan maupun di media sosial karena peristiwa di pajak dan di Bea Cukai, saya tahu betul, mengikuti kekecewaan masyarakat terhadap aparat kita, terhadap pemerintah," imbuh dia, '

Baca Juga: Dirjen Pajak Sowan ke Ketum PBNU, Gus Yahya: Warga NU Tuntut Akuntabilitas Pemerintah

"Hati-hati tidak hanya urusan pajak dan Bea Cukai, ada kepolisian dan juga aparat hukum lainnya, ada birokrasi yang lainnya dan kalau seperti itu, ya, kalau menurut saya, ya, pantas rakyat kecewa," pungkas dia.

Load More