Suara.com - Rekening gendut pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah jadi sorotan pubik. Hal ini buntut dari kasus pejabat Kemenkeu yang kerap pamer harta kekayaan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun berjanji bakal mengusut tuntas rekening gendut yang dimiliki sejumlah pejabat Kemenkeu.
Salah satu alasan kenapa banyak pemilik rekening gendut di Kementerian Keuangan karena para pejabatnya banyak yang rangkap jabatan disejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menempati posisi penting.
Tim Kampanye dan Advokasi Seknas FITRA, Gulfino Guevarrato mengatakan meski memiliki rekening gendut bukan berarti para pejabat tersebut melakukan tindak pidana korupsi. Pasalnya dia mencatat ada sejumlah anak buah Sri Mulyani yang memiliki rangkap jabatan di perusahaan BUMN.
"Kami sepakat tidak semua hasil korupsi tetapi kalau melihat grafik ini kami menemukan angka-angka lain," kata Gulfino dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (3/3/2023).
Grafik yang dimaksud Gulfino merujuk data FITRA yang menemukan setidaknya 39 pegawai Kementerian Keuangan dari eselon I dan II yang merangkap jabatan, mayoritas menjadi Komisaris di BUMN dan anak perusahaan BUMN.
Bahkan dalam catatan FITRA, ada 11 pejabat Eselon 1 Kementerian Keuangan yang rangkap jabatan menjadi komisaris di perusahaan BUMN. Salah satunya Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara yang ternyata menjadi komisaris di PT PLN.
Gulfino pun mencontohkan penghasilan dari Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara yang mendapatkan gaji dan tunjangan mencapai Rp121,6 juta per bulan (diperkirakan berdasarkan jabatan terendah). Sementara itu sebagai komisaris PLN, Suahasil bisa mendapatkan remunerasi dari BUMN per bulan mencapai Rp2,16 miliar.
"Di sini saja, tidak apple to apple, hampir 20 kali lipat dari gaji yang diterima sebagai ASN dengan remunerasi di BUMN," kata Gulfino.
Baca Juga: Dibalik Aksi Pamer Harta, Berikut Daftar 39 Pejabat Teras Kemenkeu yang Rangkap Jabatan di BUMN
Sehingga, kata Gulfino menjadi wajar jika harta kekayaan para pejabat negara ini mengalami peningkatan yang signifikan dalam kurun waktu tertentu. Sumber harta kekayaannya pun jelas.
"Jadi betul kalau harta kekayaan yang didapat ini jelas sumbernya," kata dia.
Berikut daftar 11 Pejabat Kemenkeu yang Rangkap Jabatan di BUMN berdasarkan data Seknas FITRA:
1. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, gaji yang diterima sebagai Komisaris PLN mencapai Rp2,1 miliar per bulan.
2. Sekretaris Jenderal Kemenkeu Heru Pambudi gaji yang diterima sebagai Komisaris Pertamina mencapai Rp2,8 miliar per bulan.
3. Direktur Jenderal Anggaran Isa Rachmatarwata gaji yang diterima sebagai Komisaris PT Telkom Rp1,8 miliar setiap bulannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok