Suara.com - Masyarakat Desa Wargasara, Pulau Tunda tampak gembira dengan kehadiran Komunitas Nelayan Pesisir Provinsi Banten, menyusul adanya komitmen untuk merealisasikan aspirasi para pelaut.
Pulau Tunda merupakan sebuah pulau kecil yang berada di sekitar Laut Jawa, tepatnya bagian utara dari Teluk Banten. Kawasan tersebut masuk ke dalam Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.
Menurut situs Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pulau Tunda memiliki luas 289,79 hektare dan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai pelaut.
Koordinator Wilayah Komunitas Nelayan Pesisir Provinsi Banten, Rizal Al-Ayubi mengatakan aksi nyata terjun ke masyarakat ini dalam rangka meringankan beban para pelaut melalui pendistribusian bantuan peralatan pancing.
"Bantuan ini adalah wujud realisasi aspirasi dari nelayan Pulau Tunda, karena sebelumnya kami sudah survei juga dari masyarakat itu membutuhkan kebutuhan khususnya alat-alat perlengkapan pancing," ucap Rizal di Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
Selain itu, pendukung Ganjar Pranowo juga menggelar forum diskusi bersama para pelaut setempat dengan maksud mencari solusi dari segala permasalahan yang dialami mereka saat ini.
"Kemudian juga menyerap daripada aspirasi-aspirasi dari para nelayan, yang pasti dari kegiatan ini kita akan tau apa saja keresahan dari nelayan. Kami akan bersinergi dengan pihak-pihak terkait dan seluruh elemen-elemen nelayan," jelas Rizal.
Menurut Rizal, adanya kegiatan ini bisa membawa dampak baik secara berkelanjutan untuk kemajuan serta kesejahteraan para pelaut di Pulau Tunda.
Sebagai wadah untuk berkumpul dalam menanggulangi masalah dan kebutuhan diantara kalangan pelaut, pihaknya memproyeksikan bakal menjaring hingga merealisasikan aspirasi-aspirasi masyarakat di wilayah Provinsi Banten.
Baca Juga: Terdampar di Pulau Siruamata, SAR Mentawai Berhasil Selamatkan Nelayan Firman dan Adang
"Harapannya semoga seluruh nelayan banten bisa merasakan ataupun sejahtera tidak ada kesulitan dalam faktor apapun," kata Rizal
Taufik (45) selaku Ketua Nelayan Pulau Tunda merespon positif kepedulian dari Komunitas Nelayan Pesisir Banten seperti pemberian bantuan alat pancing dan diskusi bersama.
Dia bersama para pelaut lain berharap agar kegiatan serupa bisa terus berjalan secara kontinyu.
"Mudah-mudahan kedepannya bisa membantu apa yang menjadi keluhan masyarakat (Pulau) Tunda," ungkap Taufik.
Sekadar informasi, sejumlah bantuan peralatan pancing yang diberikan Komunitas Nelayan Pesisir Banten antara lain kail, benang, dan gulungan senar pancing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang