- Indonesia, pasar halal terbesar, masih sangat bergantung pada impor bahan pangan halal seperti beras dan daging.
- Ketergantungan impor ini menunjukkan kegagalan dalam mengembangkan industri halal nasional dari hulu sampai hilir.
- Ekonomi syariah perlu diintegrasikan dalam pembangunan berkelanjutan melalui instrumen keuangan syariah untuk keadilan sosial.
Suara.com - Indonesia selama ini dikenal sebagai pasar halal terbesar di dunia. Dengan populasi Muslim dominan dan konsumsi domestik yang besar, posisi Indonesia di jajaran 10 besar ekonomi syariah global dinilai seharusnya menjadi modal kuat untuk membangun industri halal nasional.
Namun kenyataannya, rantai pasok halal Indonesia masih bergantung pada negara lain. Isu tersebut mencuat dalam International Seminar on Sharia Economics (ISSE) 2026 di Jakarta.
Presiden Direktur Agung Sedayu Group, Nono Sampono, secara terbuka mengkritik kondisi tersebut. Ia menilai, ketergantungan impor pangan halal menunjukkan Indonesia belum berhasil mengembangkan industri halal dari hulu ke hilir.
“Bayangkan, hampir 300 ribu jamaah haji dan hampir 2 juta jamaah umrah kita. Berasnya dari Thailand dan Vietnam. Daging dan ayamnya dari Brasil. Ini tantangan besar bagi kita,” ujar Nono dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, ketimpangan itu mencerminkan lemahnya industrialisasi halal domestik.
Ia mencontohkan Brasil yang meski populasi Muslimnya di bawah satu persen, justru mampu membangun industri pakan dan daging halal besar serta menembus pasar Timur Tengah.
“Kalau negara minoritas Muslim saja bisa, mengapa kita yang mayoritas tidak?” ujarnya.
Dalam forum tersebut, ekonomi syariah juga dikaitkan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Prinsip ekonomi Islam harusnya menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.
Nono menilai, konsep keadilan sosial, distribusi kekayaan merata, serta kemaslahatan dalam ekonomi syariah selaras dengan 17 tujuan SDGs, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga aksi iklim.
Baca Juga: Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal
Ia menyebut, instrumen keuangan syariah seperti zakat produktif, wakaf sosial, dan green sukuk memiliki potensi besar untuk mendorong pembiayaan pembangunan sekaligus memperluas inklusi ekonomi nasional.
“Dunia usaha tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan. Kita harus memastikan pembangunan berdampak sosial jangka panjang dan berlandaskan tata kelola yang baik,” kata Nono.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem halal yang kuat dan berkelanjutan.
“Kita membutuhkan pendekatan lintas sektor. Riset akademik harus bertemu implementasi bisnis, dan kebijakan publik harus mendorong inovasi berkelanjutan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global
-
Gibran Janji Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
-
Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!
-
Indonesia Ditargetkan Jadi Pusat Halal Dunia, BPJPH Susun Standar Halal Global
-
LPPOM Sasar Gen Z untuk Memperkuat Proyeksi Industri Halal Masa Depan
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21