Suara.com - Kebijakan fiskal subsidi kendaraan elektrik (electric vehicle/EV) dari pemerintah berpotensi menghemat pengeluaran rumah tangga masyarakat penggunanya.
Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development INDEF Abra Talattov mengatakan motor listrik akan jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan motor jenis bahan bakar minyak (BBM) biasa.
“Sudah banyak, hitung-hitungan yang menunjukkan bahwa motor listrik jauh lebih hemat dari motor biasa. Ini kebijakan bagus untuk masyarakat. Pengeluaran BBM bisa ditekan untuk penggunaan lain,” katanya.
Kebijakan tersebut, lanjut Abra, juga mampu memberikan efek positif terhadap serapan listrik masyarakat.
“Pasalnya sampai pada 2022 energi listrik oversupply 7 GW,” paparnya.
Jika dihitung pemakaian 2,2 KWh per hari untuk 250.000 kendaraan bermotor listrik, akan memperoleh hasil sekitar 165 MWh listrik per tahun yang akan terserap.
“Itu dihitung pemakaian rutin motor listrik rata-rata 25 hari,” jelas Abra.
Namun demikian, tambah Abra, sangat diperlukan kebijakan holistik untuk menunjang keberhasilan program tersebut.
“Harus ada kebijakan nonfiskal yang menyertai itu. Misalnya dengan penjaminan kualitas baterai, peningkatan jumlah SPKLU, hingga penyediaan keistimewaan parkir motor listrik di sejumlah tempat.”
Baca Juga: Harga Motor Gesits dan Jenisnya, Masuk Daftar Kendaraan Dapat Subsidi
Kebijakan tersebut, paparnya, harus diberikan kepada golongan masyarakat yang tepat.
“Jangan sampai itu menjadi kebijakan ompong atau justru tidak terserap,” katanya.
Dengan adanya perpaduan instrumen kebijakan fiskal dan nonfiskal tersebut, paparnya, muncul keyakinan bahwa negara hadir dalam mengurangi emisi karbon karbon guna mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN
-
Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2026
-
8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru
-
Perhatian! Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Tak Naik
-
Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya
-
Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir
-
Purbaya Kesal UU Cipta Kerja Untungkan Pengusaha Batu Bara Tapi Rugikan Negara