Suara.com - PT Bank OCBC NISP Tbk (IDX: NISP) mendapat persetujuan pemegang saham untuk menggunakan sebagian laba bersihnya pada 2022 sebagai dividen.
Nilainya mencapai Rp1,3 triliun.
Mengutip keterangan perseroan Rabu (12/4/2023) nilai dividen itu setara dengan 40% dari laba bersih atau Rp58 per saham.
Adapun persetujuan nilai dividen tersebut, tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) NISP yang berlangsung hari Selasa kemarin.
Selain untuk dividen, NISP juga menyisihkan laba senilai Rp100 juta sebagai cadangan umum.
Sementara, sisa laba bersih perseroan ditetapkan sebagai laba ditahan.
Dalam kesempatan yang sama, perseroan juga mendapat persetujuan untuk menggelar buyback saham NISP dengan jumlah maksimum 402.000 saham.
Sebagai informasi, pada 2022 lalu, Bank OCBC NISP membukukan laba bersih senilai Rp3,3 triliun atau naik 32% dari periode tahun 2021.
Baca Juga: Mantan Bos LPS Diangkat Jadi Wakil Komisaris Utama Danamon
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Elnusa Petrofin Perkuat Mitigasi Risiko, Pastikan BBM Aman Selama Ramadan
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab